Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gejolak di Tubuh PHDI Disebut Bersumber dari Kasus Sampradaya

Yoyo Raharyo • Kamis, 23 September 2021 | 19:21 WIB
gejolak-di-tubuh-phdi-disebut-bersumber-dari-kasus-sampradaya
gejolak-di-tubuh-phdi-disebut-bersumber-dari-kasus-sampradaya

Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Pusat saat ini bergejolak. Konon, ada banyak kepentingan yang terlibat dalam masalah ini. Dan sumbernya disebut terkait sampradaya (aliran/ sekte).


 


I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar


 


KISRUH di majelis organisasi umat Hindu itu meledak dengan munculnya Mahasabha Luar Biasa PHDI di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar beberapa waktu lalu. Pro dan kontra pun muncul atas forum tertinggi semacam kongres dari salah satu majelis keagamaan di Indonesia tersebut.


 


Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi dari Forum Koordinasi Hindu Bali (FKHB), Jro Bauddha Suena membongkar terkait adanya pro dan kontra penyelenggaraan Mahasabha Luar Biasa PHDI Pusat yang dilakukan oleh Forum Komunikasi PHDI Provinsi Seluruh Indonesia di Pura Samuan Tiga, Gianyar Bali pada tanggal 19 September 2021 itu.


 


Menurutnya ada sejumlah hal yang melandasi Mahasabha Luar Biasa PHDI bisa terjadi. Jro Suena mengajak flashback kembali dari awal terjadinya penolakan terhadap keberadaan organisasi transnasional ISKCON (Hare Krishna) yang masuk ke Indonesia dari tahun 1977, Organisasi Sai Baba yang masuk dari tahun 1968, dan organisasi transnasional lainnya.


 


Hal ini membuat terjadinya unjuk rasa besar-besaran umat Hindu Bali yang diwakili oleh Forum Taksu Bali Dwipa di Lapangan Bajra Sandi Renon pada bulan Agustus 2020, unjuk rasa Forum Koordinasi Hindu Bali (FKHB) di lapangan Bajra Sandi, Renon dan Kantor DPRD Bali pada bulan September 2020.


 


Juga kembali terjadinya demo besar-besaran Forum Taksu Bali pada bulan November 2020 di kantor DPD Bali karena pernyataan kontroversial dan provokasi senator asal Bali yang sekaligus tokoh Hare Krishna di Indonesia yaitu I Gusti Arya Wedakarna (AWK).


 


“Ini menjadi asal muasal sumber utama keluarnya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) MDA Bali dan PHDI Bali untuk melarang segala kegiatan sampradaya asing ISKCON dan Sai Baba dan sebagainya di seluruh Desa Adat di Bali yang bertujuan agar umat Hindu Bali kondusif dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” ungkapnya pada Rabu (22/9). (bersambung)



Editor : Yoyo Raharyo
#sampradaya