SEMARAPURA – Meski sejumlah titik atau tepatnya di setiap pintu masuk di Pasar Umum Klungkung sudah dipasang aplikasi QR Code PeduliLindungi.
Namun tidak sedikit dari para pengunjung pasar yang masih abai. Bahkan dari banyak pengunjung pasar umum, mereka masih bebas keluar masuk tanpa melakukan scan QR Code PeduliLindungi yang telah dipasang di pintu masuk sejak sebulan lalu.
Pantauan Jawa Pos Radar Bali, QR Code PeduliLindungi terpampang di pintu masuk pasar yang ditempelkan di sebuah rangkaian besi.
Selain itu, QR Code PeduliLindungi juga ditempelkan di tembok pintu masuk blok A pasar tersebut.
Meski letaknya sangat strategis dan terlihat, namun kesadaran pengunjung untuk melakukan scan QR Code masih rendah dan belum berjalan efektif.
Pengunjung masih bebas ke luar masuk pasar dengan tanpa melakukan scan QR Code.
Apalagi abai dan minimnya kesadaran warga untuk melakukan scan, karena di tempat QR Code ditempatkan tidak ada petugas berjaga.
Kepala UPT Pasar Klungkung, I Komang Sugianta, Kamis (4/11) saat dikonfirmasi membenarkan bila penerapan QR Code PeduliLindungi belum efektif dan belum bisa berjalan 100 persen.
Sebab tingkat melek teknologi pengunjung dan pedagang di pasar itu masih rendah. Begitu juga dengan jumlah petugas pasar yang terbatas membuat pemantauan penerapan QR Code PeduliLindungi tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Tentu ke depan, kami selaku pengelola pasar akan terus melakukan evaluasi,” akunya.
Meski penerapan QR Code PeduliLindungi tidak berjalan dengan baik, namun pihaknya memastikan bila disiplin menerapkan protokol kesehatan telah dilakukan secara maksimal.
Apalagi kata I Komang Sugianta, jumlah kunjungan ke pasar umum Klungkung jauh menurun sejak adanya pandemic Covid-19.
“Sejak pandemi, kami juga terus ingatkan semua pengunjung yang datang ke pasar untuk selalu mengenakan masker dan meminta mereka untuk selalu jaga jarak saat belanja dan tidak berkerumun,”tukas Sugianta.
Editor : Didik Dwi Pratono