Pj Gubernur Bali Tetap Siaga Antisipasi Terjadinya Konflik Saat Pemilu 2024
Ni Kadek Novi Febriani• Selasa, 6 Februari 2024 | 13:10 WIB
Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya (tengah) foto bersama usai rapat Forkopimda di kantor Gubernuran Senin (5/2/2024).
DENPASAR, radarbali.id - Perhelatan akbar Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 sudah dalam hitungan hari kedepan. Meski masih landai, potensi kerawanan tetap diwaspadai.
Menyikapi hal tersebut Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya melakukan rapat koordinasi dengan Jajaran Forkopimda, di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, kemarin (5/2/2024).
Pj. Gubernur Bali juga menyatakan walau Bali kondusif, Mahendra Jaya tetap harus mewaspadai berbagai permasalahan-permasalahan yang bisa timbul yang disebabkan oleh eskalasi politik yang meningkat.
Pihaknya juga melihat lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Imlek, Galungan Kuningan, Nyepi serta bulan puasa hingga ancaman terhadap bencana alam dan ancaman gangguan kamtibmas, sederet masalah yang dianggap berpotensi memicu konflik.
Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan kesiapan sudah matang berkat kerja sama seluruh jajaran Forkopimda dalam mempersiapkan pelaksanaan pesta akbar lima tahunan ini, baik dari segi logistik, data pemilih, pengamanan hingga antisipasi terhadap potensi kerawanan.
Dengan demikian pihaknya yakin Bali sudah sangat siap menyelenggarakan Pemilu yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang.
“Saya berharap dengan segala upaya yang telah kita lakukan bersama, Pemilu di Bali akan berjalan sukses, aman dan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Untuk itu, sinergitas harus terus diperkuat, pengawasan dilakukan secara konsisten sehingga tidak ada celah terjadinya pelanggaran dan konflik.
“Kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS juga harus kita bangun sehingga partisipasi pemilih meningkat dan tidak terjadi konflik yang dapat mengancam persatuan kesatuan,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan menyampaikan terdapat 3.269.516 pemilih yang tercatat memiliki hak pilih seluruh Bali terdiri dari 1.617.276 pemilih pria dan 1.652.240 pemilih wanita.
Untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdapat sebanyak 12.809 TPS yang tersebar di 9 kabupaten/kota, 57 kecamatan dan 716 desa.
Ditambahkannya, pihaknya secara terus menerus melakukan persiapan dan pengawasan baik terkait daftar pemilih, logistik hingga antisipasi terhadap potensi kerawanan digital serta antisipasi kecurangan peserta pemilu.
Pihaknya juga berharap agar tingkat partisipasi pemilih meningkat tahun ini sesuai target yaitu 83%.
Untuk itu, ia meminta dukungan dan kerjasama seluruh stakeholder untuk terus melakukan sosialisasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk datang ke TPS pada tanggal 14 Februari 2024 untuk menggunakan hak pilihnya.
Rapat dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry, Wakapolda Bali, Brigjen. Pol.Dr. I Gusti Kade Budhi Harryarsana,S.I.K.,S.H.,M.Hum., Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Putu Agus Tirta Suguna , Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali serta jajaran Forkopimda lainnya.***