DENPASAR, Radar Bali.id-Bambang Britono, Ketua Gerakan Komunitas Fermentasi Nusantara (Fermenusa), mengatakan saat ini keberadaan minuman alkohol tradisional asli Indonesia masih jarang digunakan sebagai bahan racikan cocktail.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2024, yang berlangsung sejak tanggal 6 hingga 8 Maret di Nusa Dua.
Menurutnya, seharusnya coctail berbasis minuman lokal seperti arak dan Cap Tikus bisa menjadi primadona di tengah perkembangan pesat pariwisata saat ini.
“Saat ini, minuman lokal seperti Cap Tikus dan arak masih jarang dilirik," katanya.
Salah satu langkah yang diambil untik mempopulerkan arak dan Cap Tikus sebagai bahan dasar cocktail pun dilakukan melalui festival Bittersweet.
Festival itu digelar di tengah event Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2024. Dengan adanya festival itu, diharapkan para pengunjung dan wisatawan di Bali yang hadir bisa merayakan kekayaan minuman dan makanan fermentasi Nusantara.
"Sekaligus jiga mengenalkannya pada industri perhotelan di Indonesia. Sehingga nantinya bisa jadi daya tarik pariwisata di masa depan,” ujar Bambang.
Dikatakan bahwa berdasadkan data pasar tahun 2020, nilai pasar minuman kebanyakan dikuasai oleh impor. Bambang berharap, kehadiran minuman lokal nantinya makin dikenal dengan diwadahi oleh FHTB 2024, dan bisa mengangkat produk lokal ke kancah internasional, khususnya di Bali.
Sentara itu, dalam event FHTB itu juga digelar pemecahan rekor MURI: 1000 Cocktails dalam 10 Menit. Pemecahan rekor ini dilakukan oleh dua asosiasi yakni ABI (Asosiasi Bartender Indonesia) dan ISA (Indonesian Sommelier Association). Keduanya akan berkolaborasi bersama dengan banyak pihak.
Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) Bali Chapter, Ketut Darmayasa, S.IPem, MM, CHT, mengatakan bahwa kegiatan aksi akrobatik oleh 100 bartender ini dihadirkan untuk turut memperkuat personal branding pariwisata Bali pasca pandemik.
“Melalui acara menarik pada ajang FHTB ini diharapkan dapat mampu menggaet calon pengunjung ke Bali baik dari wisatawan domestik maupun internasional,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita