DENPASAR, Radar Bali.id – Bali semakin memantapkan posisinya sebagai surga bagi para pecinta kuliner. Sektor pariwisata yang stabil mendorong pertumbuhan bisnis makanan dan minuman yang begitu pesat.
Bahkan, menurut pengakuan Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, hampir setiap minggu ada restoran baru yang buka di sejumlah kawasan populer seperti Canggu dan Seminyak.
Pertumbuhan ini bukan sekadar tren. Data dari GIPI menunjukkan bahwa pendapatan dari sektor kuliner di Bali sudah menembus angka Rp 6,8 triliun.
Angka fantastis ini membuktikan bahwa Bali tidak hanya mengandalkan keindahan alamnya, tetapi juga kekuatan kuliner yang semakin beragam.
"Diversifikasi bisnis di Bali jauh lebih tinggi dibanding Jakarta," ungkap Adnyana dalam acara konferensi pers Bali Inter Food 2025 di Denpasar. "Bali adalah tempat terbaik untuk membangun bisnis kuliner masa depan."imbuhnya kepada awak media.
Untuk semakin menguatkan posisi Bali sebagai pusat kuliner, akan digelar Bali Inter Food 2025. Pameran yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions ini akan berlangsung di BNDCC Nusa Dua pada 10-12 September. Sebanyak 110 peserta dari 17 negara akan mempromosikan produk, menjalin kerja sama, dan membuka peluang bisnis baru di sektor makanan dan minuman.
Daud D Salim, CEO Krista Exhibitions, menjelaskan pameran ini menjadi etalase bagi ragam kuliner Nusantara dan global. "Kami ingin kuliner Indonesia, khususnya Bali, naik kelas dan semakin dikenal di pasar internasional," ujarnya.[*]
Editor : Hari Puspita