NEGARA, Radar Bali.id – Meskipun sejatinya secara kalender telah memasuki musim kemarau, wilayah Bali diprediksi masih akan terus diguyur hujan dengan intensitas beragam.
Fenomena ini disebut sebagai fase pancaroba atau peralihan musim yang membawa dinamika cuaca yang tidak menentu.
Baca Juga: Berisiko Gelombang Tinggi Akibat Dampak Cuaaca Ekstrem, BMKG Jembrana Ingatkan Warga Waspada
Staf Analisa Stasiun Klimatologi Bali, Trayi Budi Samantu, menjelaskan bahwa interaksi atmosfer selama masa peralihan ini kerap memicu hujan deras yang disertai angin kencang secara tiba-tiba. Namun, yang lebih patut diwaspadai adalah dampak terhadap keselamatan pelayaran.
"Kami memantau adanya potensi gelombang tinggi hingga mencapai empat meter, terutama di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk," jelas Trayi.
Penguatan angin di perairan selatan dan barat Bali menjadi pemicu utama tingginya gelombang pada siang hingga malam hari. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal feri, diimbau untuk tidak memaksakan keberangkatan jika kondisi cuaca memburuk. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama masa tidak stabil ini," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita