SINGARAJA– Pemkab Buleleng menggelontorkan dana hingga Rp 1,3 miliar untuk merenovasi Gedung Kesenian Gde Manik. Gedung yang terletak di Jalan Udayana Singaraja itu, diharapkan jadi gedung terbaik di Bali Utara untuk pertunjukan di dalam ruangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, renovasi akan mencakup perbaikan eksterior dan interior. Sebagian besar dana akan dihabiskan untuk perbaikan interior.
Menurut Adiptha nantinya gedung kesenian akan memiliki fasilitas yang serupa dengan Gedung Ksirarnawa di Art Centre, Denpasar. “Selama ini gedung terbuka, sekarang dirancang jadi gedung tertutup. Nanti akan ada karpet, kursi lipat, pendingin ruangan, dan pencahayaan yang lebih baik,” kata Adiptha, Minggu kemarin (18/6).
Khusus perbaikan eksterior akan mencakup perbaikan pada atap. Mengingat di sisi timur gedung kerap terjadi kebocoran saat musim penghujan. Pihaknya pun akan mengidentifikasi masalah yang terjadi, agar kebocoran bisa ditanggulangi.
“Karena itu kan atapnya baru diperbaiki tahun 2015. Jadi rehab yang sekarang sekalian memperbaiki masalah kebocorannya itu,” imbuhnya.
Setelah renovasi tuntas, Gedung Kesenian Gde Manik akan dirancang sebagai gedung pertunjukan indoor untuk pagelaran budaya. Sementara acara konser musik yang selama ini memanfaatkan gedung tersebut, akan dialihkan ke lokasi lain. Setelah renovasi, gedung tersebut diperkirakan mampu menampung sebanyak 2.000 orang penonton.
Sekadar diketahui rehabilitasi Gedung Kesenian Gde Manik menelan dana sebanyak Rp 1.302.494.000 (Rp 1,3 miliar). Perbaikan dilakukan CV Dewata Karya yang beralamat di Banjar Dinas Banyualit, Desa Kalibukbuk. Perusahaan itu hanya memiliki waktu selama 90 hari untuk menuntaskan pekerjaan.
Editor : Donny Tabelak