TABANAN,radarbali.id - Masih dalam suasana momentum kemerdekaan di bulan Agustus ini. Sebuah organisasi di Bali yang bergerak dalam pemberdayaan potensi perempuan Wisba Bali (Wisma Berkarya Abadi) menggelar aksi berkreasi dan Harmoni membangun bangsa serta bakti sosial di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan dan melakukan tabur bunga.
Acara tersebut dengan memberikan bersinergi dengan DAG (Demi Anak Generasi) Ketua Bapak Ketut Aryana Tan dengan bantuan sembako kepada seluruh penjaga dari TMP Pujaan Bangsa Margarana. Tidak hanya bakti sosial, selain itu dilaksanakan dialog dengan sejumlah organisasi kemasyarakat di seluruh Bali.
Berkumpulnya sejumlah organisasi Bali ini. Mulai dari Perwakilan Kesbangpol Propinsi Bali Gusti Ayu Ramiasih Kabid, Cucu Pejuang Pahlawan Kemerdekaan I Gusti Ngurah Rai A. A Nanik Suryani, DAG, Petanesia, Padepokan Nuswantoro, Pertiwi, DGP8, WKRI, Jasmine, Yayasan Keris Bali dan organisasi lainnya adalah untuk menyamakan persepsi untuk bersama-sama membangun harmonisasi bangsa. Dengan melakukan pemberdayaan di masyarakat. Apalagi ini masih dalam suasana kemerdekaan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Wisba Provinsi Bali Ir. Hajja Nimmi Gulam, Minggu (27/8).
Baca Juga: Menang Atas Barito Putera, Bali United Naik Ketiga Besar Klasemen Liga 1, Ini Kata Kedua Pelatih
Hajjah Nimmi menjelaskan Wisba Bali ini berdiri di Bali sejak tahun 2020 tanpa melupakan sejarah bersama sama dengan Mendiang Ibu Dewi Aschliman, Ibu Hanna, Ibu Linda, Ibu Naning lalu saat pandemi Covid-19. Awal berdiri dengan tujuan bagaimana melakukan pemberdayaan perempuan-perempusn di Bali yang terkena Covid-19. Agar mereka tetap bersemangat untuk bekerja dan menggali potensi yang ada di masyarakat untuk dijadikan sebuah usaha mandiri.
"Hingga organisasi ini berkembang sampai sekarang dan sudah memiliki akta pendirian Notaris dan KemenkumHAM," ungkapnya.
Wisba Bali sendiri selain melakukan pemberdayaan potensi perempuan juga memiliki berbagai program yang dijalankan di masyarakat. Yakni program keduayaan dan pendidikan, UMKM, sosial dan bersinergi berbagai organisasi kemasyarakatan di Bali.
Baca Juga: Kompetisi Bio Farma x MIT Hacking Medicine: Top! Ada Peserta Temukan Makanan untuk Pasien Kemoterapi
"Salah satunya program juga dijalankan pelatihan mengelola potensi pada kaum disabilitas agar mereka juga mampu berkarya menjadi anak bangsa. Dan sekarang di TMP Margarana kami gelar bakso sosial," jelasnya.
Pihaknya berharap dengan ada Wisba Bali ini mudah-mudahan bisa menjadi wadah dan payung untuk tempat berkarya dan berbagi sosial. Selain itu Bali menjadi contoh soal keberagaman budaya, suka dan agama yang ada di Nusantara.
"Karena menjaga harmonisasi kebangsaan itu penting sekarang ini ditengah zaman modernisasi," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan