DENPASAR, radarbali.id - Sekaa Genjek Gensos Mahardika, Lingkungan Jasri Kaler, Kelurahan Subagan, Kabupaten Karangasem memikat pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) Minggu (23/6).
Penampilkan memadukan unsur-unsur instrument yang baru, sehingga menjadikan sajian seni itu lebih menarik. Pengunjung PKB, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, wanita hingga wisatawan mancanegara rela duduk berdesak-desakan. ini.
Sekaa Genjek Gensos Mahardika berjumlah 24 pemain yang terdiri dari 1 orang sebagai vocal, 2 orang memainkan kendang, 2 orang memainkan angklung bambu, 2 orang memainkan suling, 1 orang memainkan kecek, 1 orang memainkan rindik, 1 orang memainkan kecapi dan 1 orang memainkan petuk, dan 1 memainkan gong pulu, kemudian sisanya bertugas sebagai cepak dan kesek.
Baca Juga: Dewan Pendatang Baru Belum Serahkan LHKPN, Begini Keterangan Sekwan Jembrana
Dalam pergelarannya, Sekaa Genjek Gensos Mahardika membawakan sebanyak sembilan lagu, diawali dari lagu Pengaksama (pembukaan).
Selanjutnya membawakan lagu Komang Ayu, Pancang Sangian, Taman Ujung Sukasada, Nyai Nyoman, Makita Ngalih Kurenan, Adi Ayu, Karma Pala, lalu lagu penutup.
Pembina Sekaa Gensos Ketut Nanda mengaku sekaa genjeknya masih eksis sejak didirikan tahun 1997. Bahkan sempat meraih juara 1 lomba Genjek se Bali di GWK tahun 2002. “ Untuk menjaga keaslian genjek kami, bahkan kami tidak mau direkam khusus alasannya karena ingin menampilkan kemurnian genjek , sehingga tidak membosankan,” terang Nanda.
Baca Juga: Dewan Klungkung Soroti Hotel dan Restoran Sudah Beroperasi di Nusa Penida Tanpa Pajak
Kali ini, Sekaa Gensos tanpa menampilkan tarian seperti joged, karena sesuai permintaan dari Dinas Kebudayaan ingin menampilkan kemurnian genjek. “ Biasanya kami pentas di masyarakat dibarengi joged,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan