Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Fenomea Fatherless, Dinas P3AP2KB Sebut Orang Tua di Denpasar Lebih Berbagi Peran, Imbau Ayah Antar Anak ke Sekolah Hari Pertama

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 25 Juli 2025 | 03:34 WIB
AYAH HARUS HADIR: Suasana anak-anak masuk sekolah hari pertama di masa MPLS, pemkot Denpasar imbau ayah harus antar anak hari pertama.
AYAH HARUS HADIR: Suasana anak-anak masuk sekolah hari pertama di masa MPLS, pemkot Denpasar imbau ayah harus antar anak hari pertama.

DENPASARradarbali.jawapos.com - Akhir-akhir ini istilah fatherless sering didengar. Istilah ini diartikan: anak-anak yang tumbuh tanpa  kehadiran ayah. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menerbitkan surat  mendorong keterlibatan aktif ayah.

Kemudian, Dinas  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk  dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Denpasar melanjutkan dengan mengimbau ayah mengantar anak sekolah di hari pertama.

Kepala Dinas P3AP2KB  Kota Denpasar I Gusti Agung Sri Wetrawati mengatakan telah lakukan sosialisasi pentingnya keterlibatan aktif ayah untuk tumbuh kembang anak sejak dini. Hasil pengawasannya sudah banyak ayah mengantarkan anak sekolah.

”Mungkin gerakan ini secara umum kan bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan. Kita ketahui rata-rata ibu  berperan sejak dini, nganterin anak. Kadang-kadang nenek atau kakek,” jelasnya. 

Orang tua di Denpasar dalam mengasuh anak menurut Wetra  telah ada komitmen berbagi peran. Sebelum ada gerakan ayah yang diluncurkan pemerintah pusat memang  lebih banyak  mengantarkan anak ke sekolah adalah ayah.

”Ayahnya antar ke sekolah yang jemput ibunya kan berbagi peran,”imbuhnya. 

Tak dapat ditampik, anak-anak lebih dekat dengan ibu. Namun, pandangan Wetra  biasanya masing-masing keluarga telah berbagi tugas. Untuk mencegah adanya fatherless, Pemkot Denpasar memiliki program pra-nikah bagaimana belajar berbagi peran kalau sudah berkeluarga.”Mudah-mudahan khusus peran ayah, pasti peran ayah jalan,” jelasnya. 

Disinggung  mengenai dampak dari kurangnya keterlibatan  peran ayah? Wetra menjelaskan, secara psikologi figur ayah sangat penting.

Misalkan saat mendidik atau mengajarkan anak.  Akan timbul dampak negatif jika  ada  timpang dalam mendidik anak. Baik kekurangan peran ayah atau ibu.”Mana ayah masuk ibu masuk, keduanya anak dapat figur ayah dan ibu,” bebernya. 

Pemerintah ingin mendekatkan peran dan figur ayah juga supaya tidak ada dominan.

Hasil pengamatannya juga Wetra, saat memberikan asesmen dengan korban kekerasan, ternyata mereka lebih terbuka dengan ibunya dibandingkan ayah.

”Pelayanan korban kekerasan, dari korban mengalami kekerasan lebih dekat ke ibu. Dari sisi saat curhat lebih dekat ke ibu. Zaman kita dulu sama ayah ada rasa hormatnya. Sekarang mendekatkan ayah tidak seperti dulu,” tandanya.***

Editor : M.Ridwan
#denpasar #fatherless #hari pertama sekolah #ayah antar anak sekolah #mpls