Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Banjir Lumpur di Pangkung Dalem Belum Teratasi,Material Shortcut ke Halaman Warga

Hari Puspita • Kamis, 15 Desember 2022 | 14:19 WIB
MEREPOTKAN WARGA : Luapan lumpur shortcut di Pangkung Dalem Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ini belum tuntas. (foto: eka prasetya/radar bali)
MEREPOTKAN WARGA : Luapan lumpur shortcut di Pangkung Dalem Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ini belum tuntas. (foto: eka prasetya/radar bali)
SINGARAJA, radarbali.id – Banjir lumpur yang terjadi di kawasan Pangkung Dalem, Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, tak kunjung tuntas. Setiap hujan turun, jalan hingga rumah warga akan tertutup lumpur. Terakhir peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/12) lalu.

Banjir lumpur menutupi akses Jalan AMD di kawasan tersebut. Dampaknya kendaraan  tak bisa melintas. Karena ketebalan lumpur mencapai betis orang dewasa. Tak hanya itu lumpur juga menimbun halaman rumah Komang Budiarta, warga setempat.

Lumpur diduga berasal dari proyek shortcut titik 8. Material tanah bercampur batu dibuang ke kebun-kebun warga. Diperkirakan ketinggian material yang ditimbun ke kebun warga telah mencapai ketinggian 6 meter. Dampaknya saat hujan datang, lumpur akan mengalir ke arah hilir, lalu meluber menutupi jalan, halaman rumah warga, hingga perkebunan warga lainnya.

Perbekel Gitgit Putu Arcana mengatakan, kondisi yang terjadi pada Selasa lalu terbilang parah. Hujan mengguyur kawasan  hulu selama dua jam. Air bercampur lumpur, rupanya tak mampu melewati gorong-gorong yang disiapkan. Alhasil lumpur menutupi jalan raya dan memutus akses jalan.

“Jalan  tertimbun lagi, rumah yang di bawah itu juga kemasukan lumpur. Hampir setiap kejadian, rumah warga kami yang di bawah itu (rumah milik Komang Budiarta, Red) selalu jadi korban,” kata Arcana.

Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek shortcut. Pagi tadi, pelaksana proyek telah menurunkan alat berat ke lokasi untuk membuka akses jalan.

“Pagi tadi saya sudah ke lokasi, alat berat mereka sudah kerja. Kendaraan roda empat sudah bisa lewat. Cuma kan ini hampir setiap hari hujan. Kalau hujan lebat di atas satu jam, pasti kejadian lagi. Kami hara pada solusi permanen,” imbuhnya.

Ia mengusulkan agar pelaksana proyek menambah gorong-gorong di lokasi tersebut. Setidaknya ada empat titik jalur pangkungan yang harus dibuatkan gorong-gorong. Sebanyak tiga titik diantaranya relatif aman karena terdapat dua gorong-gorong.

“Sisa satu titik ini saja yang hanya satu gorong-gorong. Kami sudah usulkan ke pelaksana proyek. Mereka sih belum menyanggupi, bahasanya mau verifikasi dulu. Kalau diabaikan, ya kami akan ngotot saja dibuatkan. Minimal 2 gorong-gorong lah dibuatkan di sana, kalau perlu 4 gorong-gorong, supaya tidak kejadian terus warga kami terdampak banjir lumpur,” tukasnya. [eka prasetya/radar bali]

 

  Editor : Hari Puspita
#shorcut #lumpur shorcut di Buleleng #shorcut Buleleng