Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Biang Kemacetan di Pelabuhan Sanur, Desa Adat Sanur Tertibkan Parkir Liar  

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 17 Desember 2024 | 15:15 WIB
PENERTIBAN: Desa Adat Sanur bersinergi dengan jajaran Polsek Denpasar Selatan dan Dishub Denpasar menertibkan parkir liar di kawasan Pantai Matahari Terbit.
PENERTIBAN: Desa Adat Sanur bersinergi dengan jajaran Polsek Denpasar Selatan dan Dishub Denpasar menertibkan parkir liar di kawasan Pantai Matahari Terbit.

DENPASAR, Radarbali.id- Kemacetan panjang sering kali terjadi di kawasan Pelabuhan Sanur. Pasalnya, masih banyak kendaraan yang parkir sembarangan untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang, padahal sudah tersedia kantong-kantong parkir.

Desa Adat Sanur bersinergi dengan jajaran Polsek Denpasar Selatan dan Dishub Denpasar pun turun langsung untuk menertibkan parkir mobil atau pun taksi, di sepanjang jalan dan trotoar untuk mencegah kemacetan. Khususnya di ruas Jalan Matahari Terbit, kemarin (16/12).

Ketua BUPDA Desa Adat Sanur I Made Sudarsana tak menampik bahwa kondisi ini banyak dikeluhkan oleh turis maupun masyarakat. ”Tadinya kami berpikir bahwa (kemacetan, red) karena tidak tersedianya parkir memadai. Setelah dibuka tiga parkir yang memadai, baik dikelola pihak swasta dengan pemerintah kota atau kami di desa adat, tetap saja (macet, red),” tuturnya.

Setelah dikaji bersama Polsek Densel dan Dishub Denpasar, ditemukan bahwa kemacetan ini terjadi akibat parkir liar. Di hari pertama penertiban, pihaknya pun sudah memergoki sekitar tiga mobil yang kedapatan parkir sembarangan untuk menurunkan penumpang. ”Semaksimal mungkin kami persuasif. Yang penting kami beritahu, dia menurut, aman. Tapi kalau membandel, kami juga punya problem solving-nya,” paparnya.

Tiap harinya akan dilakukan pengawasan oleh empat orang petugas dari Desa Adat Sanur dengan Bakamda, empat orang petugas kepolisian, hingga enam orang petugas Dishub Denpasar.

Selain itu, penertiban juga dilakukan dengan pemasangan 12 banner di ruas jalan barat maupun timur jalan. Jumlahnya pun akan ditambah hingga tersebar di sepanjang jalan menuju Pantai Matahari Terbit.

”Mudah-mudahan dengan terpasangnya beberapa banner itu (menjadi, red) edukasi bagi mereka. Kami harapkan selanjutnya tidak ada lagi parkir sembarangan untuk menaikkan menurunkan penumpang di jalan,”  kata Sudarsana.

Kasi Patwas Dishub Kota Denpasar  I Gede Eka Pradnya Priantara turut menyampaikan dukungannya atas tindakan yang diambil oleh Desa Adat Sanur. ”Karena sering sekali macet karena parkir liar di bahu jalan, baik ojek online (ojol), taksi online  atau taksi konvensional. Kami mendukung dan menempatkan personel sesuai arahan pimpinan kami,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kanit Lantas Polsek Denpasar Selatan Ngurah Komang Diastiawan. Tiap harinya ada puluhan kendaraan yang parkir liar dan sudah diusir oleh petugas. ”Kami dan Dishub sekarang sudah bekerja sama memberikan imbauan. Kalau sudah bandel, nanti kami akan lakukan penindakan, seperti penilangan. Sementara ini, belum kami lakukan itu, masih persuasif mengingatkan,” jelasnya.***

 

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#Desa Adat Sanur #pelabuhan sanur #pantai matahari terbit #parkir liar