Buket bunga, balon hias, hingga bingkai foto menjadi pilihan anak-anak muda untuk merayakan momentum ulang tahun maupun wisuda. Tren ini pun dijadikan peluang usaha oleh Ni Putu Novia Trisna Dewi dan Irma Cahyani sejak tahun 2016.
DUA pemudi ini, mulai merintis usaha Innov Party Bali sebagai usaha sampingan sambil kuliah. Ia pun memanfaatkan skill desainnya dan momentum viralnya gift (hadiah) kekinian di tahun 2016. Ditambah saat itu masih jarang usaha yang berjualan gift. ”Kebetulan kuliah harus biaya sendiri dan harus punya extra money juga untuk bayarnya. Jadi waktu itu mikir cari uang tambahannya,” ujar Novia.
Berawal dari balon angka, jenis produk yang dijual merambah ke perlengkapan pesta ulang tahun dan gift ulang tahun hingga wedding. ”Kalau hadiahnya yaitu bingkai-bingkai kaca. Seperti kolase angka, cetak foto, dan lukisan-lukisan digital. Yang best seller-nya ada jam custom yang bahannya dari bingkai kayu,” sambungnya.
Baca Juga: Gegara Cuaca Ekstrem, Produktivitas Turun, Harga Cabai Rp 110 Ribu Per kilogram
Tiga tahun kemudian, Novia dan Irma akhirnya membuka toko offline di Jalan Wibisana Barat Nomor 63, Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Dalam satu hari, paling sepi Innov Party Bali bisa menerima 20 orderan.
Kalau ramai, ia bisa menerima orderan di atas 50 pcs hingga 100 pcs. Bahkan rata-rata omzet yang bisa diraup usaha ini dalam sebulan mencapai Rp 25 juta atau di bawah Rp50 juta. ”Peminatnya ada dari pelajar, mahasiswa, kantoran juga ada. Jadi kalau dari range umurnya, mungkin dari 16 sampai 35 tahun,” kata Novia.
Harga gift-nya pun terjangkau, mulai dari kategori ekonomis di harga Rp 35 ribu; medium dari harga Rp 55 ribu; dan premium dari harga Rp70 ribu. Sekaligus menjadi daya tarik di kalangan anak muda.
Selain itu juga, proses pengerjaannya yang cepat dengan kualitas yang bagus. Pilihan hadiah juga tak terbatas di bingkai foto saja, ada juga pilihan buket bunga dan bunga artifisial. ”(Pelanggan, red) paling banyak Denpasar. Ada juga dari luar Denpasar dan ke luar kota. (Hanya saja, red) terkendala di bingkai, itu kan ada kacanya, mungkin dia ragu di pengamannya,” paparnya.
Ke depan, ia ingin mengembangkan kembali usahanya dengan penambahan produk dan pemasarannya. Sehingga nantinya bisa menjangkau ke luar kota. Termasuk packaging-nya agar paket aman sampai ke tempat tujuan dan tidak pecah. Diharapkannya juga ke depan agar bisa membuka cabang toko di luar Denpasar.
Untuk anak muda yang mulai kepikiran untuk merintis usaha, ia berpesan agar mulai saja dulu dan jangan terlalu banyak berpikir. ”Kita mulai saja dulu. Manfaatkan skill yang kita punya dan jangan mudah menyerah. Kalau bisnis itu tidak mungkin langsung jadi, harus berproses. Jadi harus tahan-tahan (dari tantangan, red),” ungkapnya. ***
Editor : Made Dwija Putera