MANGUPURA,radarbali.id - Bank Indonesia Provinsi Bali gelar Temu Responden 2023 dengan tema ‘Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bali melalui Quality Tourism untuk Bali yang Hijau, Tangguh, dan Sejahtera,’ kemarin (7/11) di BNDCC, Nusa Dua.
Kepala Kantor Perwakilan Bali, Erwin Soeriadimadja paparkan kegiatan Temu Responden 2023 bertujuan untuk memperkuat potensi desa wisata sebagai sarana untuk mewujudkan pemulihan ekonomi, dengan pendekatan ekonomi kreatif dan digital yang berkelanjutan di Provinsi Bali.
Menurutnya, konsep pariwisata selama beberapa dekade ini bergeser dari mass tourism ke quality over quantity. Pentingnya kualitas terletak pada dampak positif jangka panjang bagi semua pihak sehingga lebih berkelanjutan.
Pihaknya pun telah melakukan survei tentang pariwisata berkualitas dan keunggulan pariwisata Bali. Hasilnya, tidak hanya pada atraksi berupa alam budaya, namun dipengaruhi juga oleh keramahan penduduk dan profesionalitas pelaku usaha pariwisata dalam memberikan layanan.
Kendati demikian, kelestarian layanan dan juga kemacetan masih menjadi isu tersendiri bagi para wisatawan. Hal ini memberikan peluang serta tantangan, sekaligus juga urgensi untuk mendorong penerapan pariwisata berkualitas di Bali.
“Konsep desa wisata adalah contoh konkrit untuk mewujudkan nilai pariwisata inklusif dan berkelanjutan. Melalui desa wisata, masyarakat dapat mengembangkan pariwisata yang selaras dengan upaya menjaga pelestarian lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggalnya,” paparnya.
Baca Juga: Gegara Terowongan Irigasi Subak Alami Sedimentasi, Petani di Luwus Tabanan Menjerit
Salah satu desa di Bali yang telah berhasil mengusung pariwisata berkualitas dan berhasil membawa namanya ke internasional yaitu Panglipuran. Disebutnya keberhasilan ini diperoleh dari proses panjang, seperti halnya dengan seluruh elemen yang mampu berkolaborasi menjaga alam, membangun komitmen masyarakat, dan membangun jiwa entrepreneurship pengelola desa.
“Saat ini, kami memfasilitasi kemitraan dengan PHRI yaitu Desa Taro, Tampak Siring, Sudaji, dan Pemuteran. Saya rasa desa wisata di bali punya potensi atraksi luar biasa serta amenitas yang mulai memadai,” sambungnya.
Potensi tersebut akan teroptimalisasi melalui aksesibilitas dan promosi masif didukung kesiapan pelaku pariwisata. Oleh karenanya, Bank Indonesia Provinsi Bali akan senantiasa mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan strategis.
Baca Juga: Bank Indonesia Siapkan Rp 2.985 M di 206 Lokasi jelang Idul Fitri 2023
Lebih lanjut, sepanjang 2023 Bank Indonesia Provinsi Bali telah melaksanakan 11 survei rutin dan 6 survei strategis, serta kegiatan rutin berupa liaison kepada unit usaha para responden yang bertujuan memonitor perkembangan perekonomian. Sehingga hasil survei penelitian ini akan melahirkan berbagai kebijakan strategis BI.
“Kami melihat bahwa perekonomian Bali terus bergerak menguat. Di mana terakhir tercatat 5,35 persen di atas perekonomian nasional yang sbesar 4,94 persen. Demikian juga inflasinya yang terjaga 2,64 persen. Ini berkat support bapak/ibu (responden, red),” ungkapnya.
Dalam hal ini, sektor pariwisata menjadi sektor utama memberikan andil yang besar dalam perekonomian. Tercatat kontribusi dari pariwisata di Bali yakni 54,64 persen.
Baca Juga: Tepat! Kebijakan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Bantu bank bjb Optimalisasi Penyaluran Kredit
Acara dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam; Deputi Gubernur Bank Indonesia 2018-2023, Dody Budi Waluyo; Gubernur Provinsi Bali 2018-2023, Wayan Koster; dan Jurnalis, Travel Content Creator & Pengusaha Travel, Marvin Sulistio sebagai pembicara.***
Editor : M.Ridwan