DENPASAR,radarbali.id -Keberadaan Pertamini di beberapa kios atau Warung Madura yang menjual Pertalite eceran ternyata dianggap merugikan para pengusaha Perthashop.
Hal itu diakui oleh pengsuaha Perthashop, sekaligus Ketua Perhimpunan Perthashop Merah Putih Bali, I Nengah Danta.
Nengah Danta mengatakan, bahwa secara bisnis terjadi persaingan yang tak sehat. Dimana Pertamini menjual b bersubsidi dengan harga relatif murah, sementara Perthashop hanya boleh menjual Pertamax dengan harga lebih mahal.
"Kalau yang dijual adalah subsidi seperti Pertalite, kami merasa dirugikan," katanya Rabu (1/5).
Dijelaskannya, jika Pertamini di sejumlah warung-warung kecil juga menjual Pertamax maka hal itu akan menguntungkan para pengusaha Pertashop. Karena hal itu akan membuat para penjual Pertamini akan membeli Pertamax di Pertashop.
"Tapi kalau seperti di daerah saya di Batur, dia jualannnya Pertamax, kami diuntungkan. Karena pertamini-pertamini itu akhirnya mengambil ke kami di Perthashop untuk pertamaxnya," sambungnya.
Sebelumnya, pihaknya merasa sangat dirugikan dengan menjamurnya penjualan BBM eceran dengan konsep Pertamini yang menjual Pertalite. Namun saat ini peredaran Pertalite semakin berkurang, maka secara otomatis akan menguntungkan para pengusaha Pertashop.
"Dulu kita merasa dirugikan karena dulu bebas. Sekarang dengan peredaran Pertalite mulai berkurang, banyak yang ngambil di kami untuk Pertamax sehingga kami meningkat penjualannya," tambahnya.
Lebih lanjut, saat ini para pengusaha yang tergabung dalam Perhimpuna Pertashop Merah Putih sedang memperjuangkan perbedaan harga antara minyak subsidi dan non subsidi.
"Pada intinya ynag sedang kami perjuangkan baik di daerah dan nasional tentang harga Minya subsidi dan non subsidi itu tidak terlalu jauh," pungkasnya.***