KUTA, Radar Bali – Tato di Bali sudah sejak lama menjadi salah satu incaran wisatawan domestik maupun mancanegara saat berlibur di Pulau Dewata.
Baik tato permanen maupun tato temporer, menjadi pilihan wisatawan yang ingin tampil beda lewat seni lukis tubuh tersebut.
Khusus tato temporer sangat banyak dicari. Bahkan sudah menjadi “oleh-oleh”. Terutama bagi penggemar tato yang takut jarum dan tidak mau tato permanen di tubuhnya.
Nah, salah satu pusat tato temporer yang wajib dikunjungi penggemar tato saat berlibur di Pulau Dewata adalah Bali Paper Ink di jalan Patih Jelantik no. 57 Legian, Kuta, Badung yang buka sejak tahun 2019 lalu.
“Di kami ada dua jenis tato temporer. Yakni basic dan premium. Di mana basic memiliki ketahanan selama seminggu. Sedangkan premium bisa tahan sebulan,” terang Havidz Najjar, CEO Bali Paper Ink didampingi Marina Idris selaku CFO, Kamis (11/1/2024).
Untuk harga sendiri terbilang terjangkau, kisaran mulai Rp 15 ribu untuk basic hingga Rp 150 ribu untuk premium. Dengan jam operasional mulai pukul 10.00 pagi hingga 23.00 malam. Sementara untuk desain, mereka memiliki 6 orang desainer tema.
“Untuk desain corak atau tema, kami punya ciri Balinese (khas Bali). Seperti special edition kami ada Barong dan Mandala yang menjadi konsep Balinese. Kemudian ada aestetik-aestetik yang banyak cewek-cewek suka. Dan juga letter, yang banyak diburu. Di sini juga bisa pemasangan,” terang Marina Idris.
Ditambahkan Havidz, sejak dibuka 2019 lalu, Bali Paper Ink cukup ramai dikunjungi tamu. Selain offline, Bali Paper Ink juga melayani pembelian online.
“Kami ada live TikTok 24 jam. Kemudian ada web, medsos dan juga di shopee. Untuk tamu offline masih didominasi wisatawan lokal sekitar 70 persen. Untuk luar kebanyakan dari Australia dan India. Untuk luar Bali, paling banyak dari Jakarta dan kota-kota di Jawa. Biasanya untuk di Legian ramainya saat malam,” imbuhnya.
Selain di Legian, Bali Paper Ink juga ada di The Keranjang by Pass Ngurah Rai/Jalan Raya Kuta dan di Monang Maning, Denpasar. Sementara untuk bahan tinta mereka menjamin bahannya aman untuk kulit.
“Untuk bahan tinta kami menggunakan fruit ink. Jadi dari bahan buah. Jadi semacam bahan untuk Hena dan meresap di kulit. Jadi aman,” tambah Marina Idris.
Bali Paper Ink dapat juga dikunjungi via akun TikTok @balipaperink, Instagram @balipaperink dan website www.balipaperink.id
“Harapan kami, Pariwisata Bali kembali pulih setelah endemi. Dan bagi tamu-tamu yang suka tato, terutama yang tidak mau permanen atau takut jarum, Bali Paper Ink sudah menjadi “oleh-oleh”. Jadi, sebelum hang out di Bali atau pulang ke daerah asal, bisa tato dulu di Bali Paper Ink,” pungkas Havidz. (han)
Editor : Rosihan Anwar