Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Pementasan Gong Kebyar di Hari Jadi ke -253 Gianyar : Suguhan Kreasi dan Pembuktian Regenerasi

Marsellus Pampur • Kamis, 18 April 2024 | 01:15 WIB
TETAP MEMIKAT : Pementasan kesenian gong kebyar di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar. (Istimewa)
TETAP MEMIKAT : Pementasan kesenian gong kebyar di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar. (Istimewa)

Pementasan gong kebyar dewasa dan gong kebyar remaja dalam serangkaian hari jadi Kota Gianyar ke-253 berlangsung memukau. Pementasan itu digelar di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar, Senin (15/4/2024) malam.

INI memang momen pementasan spesial. Dua sekaa gong kebyar yang berhasil memanjakan ribuan pasang mata itu merupakan duta Kabupaten Gianyar dalam ajang PKB (Pesta Kesenian Bali) 2024.

Pementasan diawali dengan penampilan Gong Kebyar Remaja Komunitas Seni Saptana Jagaraga, Desa Singapadu yang membawakan garapan Kreasi Lelambatan Tabuh Dua “Jagaraga”.

Lantas dilanjutkan dengan pementasan Tari Kebyar “Jagaraga” yang terinspirasi dari tarian kebyar khas Buleleng yang memiliki karakter musik dan gerak yang khas seperti Kebyar Legong, Kebyar Gandrung, Kebyar Pangeleb.

Kebyar ini menggambarkan perjalanan Dewa Agung Api yang merambah hutan Jagaraga, dengan dibantu kekuatan roh Singa akhirnya Puri Singapadu bisa dibangun, karya seniman Kadek Dewi Aryani.

Penampilan Gong Kebyar Komunitas Seni Saptana Jagaraga ditutup dengan penampilan Tari Kreasi “Barong Api” yang terinspirasi dari nama besar seorang seniman pencipta Brong Ket dari Desa Singapadu yang dikenal dengan Ida Dewa Agung Api.

Sementara itu, Gong Kebyar Dewasa Batur Mahaswara, Desa Batuan membawakan garapan Tabuh Pepanggulan Kreasi Tembang Salukar yang terinspirasi dari senandung estetis dalam relung cinta Karya seniman I Komang Winantara.

Kemudian Dilanjutkan dengan Tari Kekebyaran Macan Angelur merupakan karya tari kekebyaran yang terinspirasi dari daya estetik gerak-gerak tokoh Demang Tumenggung pagambuhan gaya Batuan.

Sebagai penampilan penutup, ditampilkan Fragmentari Baturan Angugat karya seniman Dr. I Wayan Budiarsa, yang mengisahkan kehidupan masyarakat Baturan (Batuan) pada jaman Bali Kuno ketika pemerintahan Bali dipimpin raja Sri Marakatta yang tersohor adil bijaksana.

Baturan Angugat mengisahkan perjuangan heroik cerdas, bermartabat menghadap raja Sri Aji Marakatta untuk memohon keadilan, keringanan pajak, keringanan pemeliharaan wilayah yang luas, 

Budayawan dan maestro seni Bali, Prof. Dr I Wayan Dibia mengatakan, penampilan dari kedua sekaa gong sangat membanggakan karena didukung oleh tenaga-tenaga muda dan secara teknik mereka sangat menguasai.

“Jadi ini suatu potensi dan sekaligus kebanggaan kita, yang menunjukkan bahwa di Gianyar generasi seniman itu tidak pernah habis-habisnya,” ujar Budayawan Asal Desa Singapadu Gianyar tersebut usai pementasan.

Lebih lanjut, garapan yang ditampilkan memberikan sajian penampilan yang baru dengan inovasi-inovasi sangat membanggakan, walaupun masih uji coba, sehingga masih ada bagian-bagian yang perlu dipadatkan dan disempurnakan.

Penampilan tersebut tidak lepas dari dukungan dan peran seniman senior dari kedua sekaa yang tampil.

“Ini akan menjadi suatu pengaruh yang sangat kuat bagi anak-anak muda untuk berkreativitas dan menumbuhkan rasa bangga,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#gong kebyar #pementasan #gianyar