DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Perseteruan antara Lisa Mariana dengan Ridwan Kamil nampaknya tak berujung.
Usai saling serang dan saling bantah tudingan, kini kedunya menempuh jalur hukum saling lapor.
Ridwan Kamil lebih dulu melaporkan Lisa Mariana atas tudingan pencemaran nama baik dan pemerasan.
Sementara itu, Lisa Mariana tak mau tinggal diam ia terus saja menyuarakan haknya sebagai prempuan yang melahirkan darah daging Ridwan Kamil.
Lisa Mariana menuntut hak finansial dari Ridwan Kamil untuk putrinya Celina Azzura.
Lisa Mariana bahkan secara blak-blakan menyebut dirinya memiliki motif uang sehingga harus muncul ke publik.
Lisa Mariana hanya menuntut nafkah sang anak hingga ia lulus kuliah berpendidikan tinggi.
Sementara Ridwan Kamil selalu konsisten membantah bahwa dirinya pernah berhubungan badan dengan Lisa Mariana.
Hal tersebut pun diperjelas dengan adanya bukti rekaman suara yang diduga diambil saat Ridwan Kamil menelpon Lisa Mariana.
Rekaman suara tersebut membahas soal Lisa Mariana yang menuntut hak Celina Azzura.
Dalam rekaman itu, Ridwan Kamil terdengar cukup tenang dan membantah bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya.
“Masalah ini kan udah lama selesai kita sudah tau siapa bapaknya semua udah clear,” ucap Ridwan Kamil.
Alih-alih mengikuti perkataan Ridwan Kamil, Lisa Mariana malah memerasnya dengan uang sebesar 2,5 milyar.
“Pokoknya kalo 2,5 M gak ada saya tetap akan tuntut, saya gak mau tau bodo lah,” ucap Lisa Mariana.
“Ini namanya pemerasan kamu meras saya Lo,” timbal Ridwan Kamil.
“Maknya ayo DNA,” tantang balik Lisa Mariana.
Rekaman suara berdurasi kurang dari menit tersebut viral dan didengar publik
Akan tetapi pihak Lisa Mariana telah mengkonfirmasi bahwa rekaman suara tersebut bukanlah suara dirinya.
“Ini bukan suara saya yah,” tulisnya di salah satu akun gosip.
Berbeda dengan netizen, rekaman tersebut dinilai menang suara Ridwan Kamil dan Lisa Mariana namun wanita tersebut menyangkalnya karena tak ingin ketahuan meras,”
“Parah banget lu Lisa ih,” tulis netizen.
“Kalo butuh duit ya kerja jangan merasa,” timbal yang lainnya.***
Editor : Desi Rabiati