RADAR BALI - Nama Roby Tremonti kembali mencuat ke publik setelah aktris Aurelie Moeremans merilis buku berjudul Broken Strings.
Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkap masa lalunya sebagai korban child grooming oleh seorang pria dewasa berinisial "Bobby" pada tahun 2011.
Meski tidak menyebutkan nama secara eksplisit, publik langsung mengaitkan sosok tersebut dengan Roby Tremonti, pria yang pernah menjalin hubungan dengannya bertahun-tahun silam.
Menanggapi tudingan yang kian liar, Roby akhirnya buka suara melalui tayangan di kanal YouTube Starpro. Ia menegaskan kembali klaim lama bahwa hubungan mereka di masa lalu telah berujung pada pernikahan resmi pada 10 Oktober 2011.
Roby menyatakan memiliki bukti kuat berupa foto-foto dan dokumen pernikahan, sekaligus membantah kabar soal adanya pembatalan pernikahan yang sempat beredar di media sosial.
Bukannya meredam suasana, pernyataan Roby dalam klarifikasinya justru memicu kerutan dahi. Ia mencoba menjelaskan logika berpikirnya dengan menggunakan analogi matematika dan pengetahuan umum yang dianggap tidak nyambung oleh netizen.
"Bobby ini di dunia nyata siapa? Kalau ini enggak bisa dibuktikan tokohnya siapa, saya tekankan lagi, apakah teman-teman di rumah yang menilai apakah ini buku kisah nyata?" ujar Roby.
Keadaan menjadi canggung saat ia mulai meracau soal perkalian.
"Satu tambah satu sama dengan dua, sebelas kali sebelas 121, dua belas kali dua belas 144, delapan kali delapan enam kali empat. Yang waras ya enggak boleh dipelintir," katanya dengan percaya diri.
Tidak berhenti di situ, ia juga membawa-bawa nama Dedi Mulyadi (KDM) saat membahas soal Ibu Kota Jawa Barat sebagai bagian dari logikanya.
Jadi Bahan Parodi Selebriti
Potongan video klarifikasi tersebut dengan cepat viral dan menjadi bahan ledekan, salah satunya oleh aktris Tissa Biani. Melalui akun TikTok-nya, Tissa melakukan parodi menggunakan suara asli Roby sambil menunjukkan ekspresi bingung. "Matematika saya dulu remed pak, mohon maaf," tulis Tissa dalam keterangan videonya.
Bahkan, YouTuber edukasi Jerome Polin pun tak tahan untuk ikut berkomentar. Sebagai mahasiswa matematika lulusan Jepang, Jerome menyoroti kesalahan fatal saat Roby menyebut "delapan kali delapan sama dengan enam kali empat", yang secara verbal terdengar sangat membingungkan bagi pendengar.
Di tengah riuhnya tanggapan publik, Roby sempat mengunggah slogan PDIP di Instagram Story-nya, "Satyam eva jayate, kebenaran akan mencari jalannya sendiri." Namun, langkah ini justru memancing reaksi sarkastik dari akris dan presenter Hesti Purwadinata.
Melalui platform Threads pada 13 Januari 2026, Hesti memberikan sindiran menohok terhadap cara Roby membela diri. Alasan Hesti, Aurelie Moeremans tidak pernah menulis kata Roby di dalam bukunya, Broken Strings. Tokoh yang ditulis di buku tersebut adalah Bobby.
Dengan tanggapan terhadap konten di Broken Strings tersebut, Hesti menilai dengan sendirinya Roby menyatakan bahwa dirinya adalah Bobby yang melakukan grooming pada Aurelie. “Ketika klarifikasi menjadi konfirmasi,” tulisnya singkat.
Setelah Roby mengkonfirmasi bahwa dirinya adalan pelaku grooming, Hesti menambahkan balasannya dengan telak. “Kalau kata komandan gue mah, berobat!”
Sebelumnya, Hesti secara terbuka mendukung keberanian Aurelie dalam membeberkan pengalaman traumatiknya melalui buku Broken Strings, memperkuat narasi bahwa suara korban harus lebih didengar daripada pembelaan yang dianggap tidak masuk akal.
Akibat dukungannya tersebut, Hesti sempat mendapatkan ancaman akan dilaporkan oleh Roby Tremonti bila tidak memberikan klarifikasi dalam 1x24 jam. ***
Editor : Ibnu Yunianto