Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menjelang Perayaan Galungan Permintaan Tinggi, Sehari Ratusan Kilogram Buah dan Sayur Masuk ke Bali

Muhammad Basir • Rabu, 25 September 2024 | 17:35 WIB
LARIS SAAT GALUNGAN : Kendaraan pikap mengangkut  buah masuk Bali jelang Hari Raya Galungan. (FOTO UPPKB CEKIK, JEMBRANA)
LARIS SAAT GALUNGAN : Kendaraan pikap mengangkut buah masuk Bali jelang Hari Raya Galungan. (FOTO UPPKB CEKIK, JEMBRANA)

NEGARA, Radar Bali.id - Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kebutuhan buah dan janur di Bali meningkat drastis. Sehingga pengiriman buah dan janur dari Pulau Jawa ke Bali mengalami peningkatan setiap harinya.

Ratusan ribu kilogram atau ratusan ton jamur dan buah setiap hari masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Berdasarkan data Satuan Pelaksana Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik, Gilimanuk, jumlah kendaraan yang masuk Bali mengangkut janur dan buah dalam bulan ini, dari 1 - 22 September sebanyak 914 unit kendaraan.yang membawa buah dengan jumlah total muatan 8.683.000 kilogram atau 8000 ton. Sedangkan janur 331 unit kendaraan dengan muatan total 1.588.800 kilogram atau 1.588 ton.

Koordinator Satuan Pelaksana UPPKB Cekik I Made Ardana mengatakan, lalu lintas kendaraan yang masuk Bali membawa janur dan buah memang selalu meningkat setiap menjelang Hari Raya dan Galungan. ”Ada peningkatan drastis angkutan barang yang membawa janur dan buah setiap galungan,” ujarnya.

Namun jumlah yang terdata terbit hanya yang masuk ke timbangan UPPKB Cekik, jumlahnya bisa lebih banyak lagi jika semua kendaraan masuk timbangan.

Banyak oknum sopir angkutan sayur dan buah yang menerobos masuk Bali tanpa melalui timbangan. Sehingga jumlahnya bisa lebih banyak lagi dari yang terdata di UPPKB Cekik.

Menurutnya, kendaraan barang yang membawa buah dan sayur, masuk Bali di tengah malam dan mengatakan kelengahan petugas jaga. ”Biasanya oknum sopir yang bawa logistik sayur, buah dan janur, masuk Bali tengah malam. Mereka bisanya jalan lurus dengan kecepatan tinggi tanpa masuk timbangan,” ujarnya.

Oknum sopir menerobos masuk Bali tanpa melalui timbangan, terutama pada malam hari karena tidak ada petugas jaga yang di pinggir jalan.

Semestinya, karena sudah terbiasa masuk ke timbangan bisa masuk sendiri tanpa diarahkan  petugas. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#galungan #Janur #penyeberangan #pelabuhan gilimanuk