NEGARA, Radar Bali.id - Kasus positif rabies di Jembrana, dalam empat bulan terakhir mencapai 43 kasus berdasarkan hasil sampel yang diteliti laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.
Sehingga, vaksinasi rabies terhadap hewan penular rabies (HPR), terutama anjing dikebut di seluruh wilayah, terutama zona merah rabies.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Gede Putu Kasthama mengatakan, kasus positif rabies diketahui berdasarkan pengambilan sampel setiap terjadi kasus gigitan okeh HPR, terutama anjing.
”Setiap terjadi kasus gigitan, kami ambil sampel anjing yang menggigit. Hasilnya sebagian besar positif,” jelasnya.
Dijelaskan, dari total 66 sampel yang diteliti, sebanyak 43 positif rabies dan 23 negatif. Setiap bulannya, jumlah kasus fluktuatif, kasus tertinggi pada bulan Maret sebanyak 20 kasus positif, April 12 kasus, terendah bulan Februari 4 kasus dan Januari 7 kasus.
”Dengan angka kasus positif rabies yang masih cukup tinggi ini, kami sudah mengupayakan untuk gencar vaksinasi setiap desa, terutama desa dengan zona merah rabies," terangnya.
Vaksinasi rabies menyasar seluruh HPR yang estimasinya mencapai 41.668 ekor. Dari total estimasi populasi tersebut, saat ini sudah tercapai cakupan vaksinasi 6.488 ekor di seluruh Jembrana sekitar 14.90 persen telah divaksin.
”Tim vaksinasi setiap hari masih bergerak menyasar HPR di setiap desa," ujarnya.
Vaksinasi menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran rabies. Sehingga ribuan dosis vaksin telah disiapkan oleh pemerintah untuk vaksinasi emergency, vaksinasi masa maupun rutin. ”Vaksinasi massal terus kami lakukan sehingga semua HPR bisa tervaksin," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita