Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Anomali Cuaca Buruk Bisa Terjadi Setiap Saat di Selat Bali, Syahbandar Gilimanuk Ingatkan Ikat Kendaraan Parkir di Dalam Kapal

Muhammad Basir • Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:10 WIB
DIMINTA SELALU WASPADA : Aktivitas pengikatan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk sebelum menyeberang Selat Bali. (Foto: KUPP Gilimanuk, Jembrana)
DIMINTA SELALU WASPADA : Aktivitas pengikatan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk sebelum menyeberang Selat Bali. (Foto: KUPP Gilimanuk, Jembrana)

 

NEGARA, Radar Bali.id –Untuk menjaga secara maksimal keselamatan dan keamanan di lintasan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Gilimanuk memperketat pengawasan terhadap sistem pengikatan kendaraan atau lashing. Aturan ini menjadi prosedur wajib yang harus dipatuhi oleh setiap operator kapal.

Lashing adalah proses pengikatan kendaraan menggunakan tali, rantai, atau alat khusus lainnya untuk mencegah kendaraan bergeser selama pelayaran.

Sistem ini sangat krusial, terutama saat cuaca buruk, untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan.

Sanksi Tegas Menanti Kapal yang Abaikan Keselamatan

Kepala KUPP Gilimanuk, Mustajib, menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam urusan keselamatan. Petugas secara rutin naik ke setiap kapal yang akan berlayar untuk memastikan lashing telah dilakukan dengan benar.

Selain itu, mereka juga memeriksa seluruh alat keselamatan dan kelengkapan dokumen kapal.

"Kami utamakan keselamatan dan keamanan pelayaran. Kapal bisa kami tahan berlayar bila keselamatan penumpang tidak diprioritaskan," tegas Mustajib.

Menurutnya, di tengah padatnya arus penyeberangan, penerapan lashing yang benar adalah kunci untuk mencegah kerugian besar, baik bagi penumpang maupun perusahaan.

Waspada Anomali Cuaca dan Kolaborasi Antarinstansi

Selain memeriksa lashing, KUPP Gilimanuk juga terus memantau informasi cuaca dari BMKG. Apabila kondisi di perairan tidak memungkinkan, maka pelayaran akan ditunda sementara.

Mustajib menambahkan bahwa mereka juga meminta masukan dari para nakhoda, karena sering kali terjadi anomali cuaca di tengah laut, di mana kondisi bisa berbeda jauh dari yang terlihat di darat.

"Kadang terjadi anomali cuaca di tengah laut. Demi keselamatan, kami lakukan penundaan sementara," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi terkait, seperti ASDP sebagai pengelola pelabuhan dan BPTD, untuk memastikan setiap kebijakan berjalan efektif.

"Setiap instansi sudah melakukan tugasnya sesuai kewenangan masing-masing sebagai upaya agar penyeberangan Gilimanuk-Ketapang aman," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#selat bali #kapal ferry #jembrana #penyeberangan #anomali cuaca #muatan