GILIMANUK, Radar Bali.id - Ada beberapa faktor yang saling tumpang tindih sehingga menciptakan "macet horor" hari ini. Banyak faktor yang saling tumpeng tindih dan lonjakan yang luar biasa itulah yang bikin suasana kemacetan luar biasa menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Parada pemudik dari Bali cenderung melakukan mudik lebih awal, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini dilkukan karena liburan Lebaran tahun ini bedekatan dengan hari raya Nyepi.
Jadi ini dilakukan untuk menghindari penutupan total pelabuhan saat Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada 18-20 Maret 2026 mendatang.
Selain itu juga memang terjadi ledakan jumlah mobil pribadi dan sepeda motor secara bersamaan di akhir pekan ini. Ini jumlahnya memang di luar dugaan.
Kapasitas Dermaga Terbatas: Meskipun ASDP sudah menambah operasional menjadi 35 kapal (dari normalnya 28 kapal), kecepatan bongkar muat di dermaga tetap memiliki batas maksimal yang tidak sebanding dengan arus kedatangan kendaraan.
Truk Nonlogistik Bikin Stres
Sesuai aturan SKB (Surat Keputusan Bersama), truk yang mengangkut sembako, BBM/BBG, hewan ternak, pupuk, dan hantaran pos tetap diizinkan melintas demi menjaga pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Pihak kepolisian melaporkan masih ada truk sumbu tiga (non-sembako) yang nekat melintas meskipun larangan operasional sudah berlaku sejak 13 Maret.
Saat ini petugas di lapangan sedang berupaya melakukan penyekatan dan pengalihan kendaraan barang tersebut ke kantong-kantong parkir (buffer zone).
Lonjakan Penumpang Dalam 24 Jam Terakhir
Berdasarkan data Posko Gilimanuk dalam 24 jam terakhir (14 Maret 2026):
- Penumpang: 54.652 orang (naik 8,1%)
- Motor: 10.733 unit (naik pesat 37,5%)
- Mobil Pribadi: 4.610 unit
- Total Kendaraan: 17.832 unit (naik 19,1% dari tahun lalu)
Saat ini, 17 dermaga aktif (9 di Ketapang, 8 di Gilimanuk) terus bekerja ekstra keras. Dermaga jenis LCM difokuskan khusus untuk kendaraan logistik guna memisahkan arus truk besar dengan kendaraan penumpang.[*]
Editor : Hari Puspita