Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nah, Sedang Tidak Musim Panen, Harga Pasaran Salak Karangasem Malah Melonjak

Zulfika Rahman • Senin, 6 Mei 2024 | 01:10 WIB
HARGA MASIH TERGANTUNG TENGKULAK : Petani Karangasem dengan salak di kebunnya. Saat sedang tidak musim harga naik. (dok.radar bali)
HARGA MASIH TERGANTUNG TENGKULAK : Petani Karangasem dengan salak di kebunnya. Saat sedang tidak musim harga naik. (dok.radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Harga salak gula di Pasar tradisional di Karangasem mengalami peningkatan di saat sedang tidak musim panen. Di Pasar Karangasokong sendiri, harga salak gula berkisar antara Rp 25 hingga 30 ribu per kilo gramnya.

Salah seorang pedagang salak yakni Sari mengatakan, naiknya harga salak gula lantaran tidak musim.

Biasanya, harga salak gula saat panen berkisar antara Rp 18 hingga 22 ribu perkilonya. "Biasa kalau tidak musim memang mahal. Kalau musimnya salak melimpah, harga murah," ujarnya.


Kondisi ini membuat penjualan salak gula turun. Ia yang biasanya menjual antara 15 hingga 20 kilogram per hari kini menurun.

Konsumen yang akan membeli salak mengurungkan niatnya. "Ya, sekarang jualan 10 kilogram saja. Biasanya kan sampai 20 kilo. Kalau mahal sedikit yang beli," bebernya.


Salah seorang pembeli yakni Zaki Halid mengakui hal tersebut. Ia yang berencana membeli 10 kilogram untuk dibuat oleh-oleh hanya membeli 7 kilogram saja. "Karena mahal ya kurangi saja. Saya belinya harga Rp 30 ribu per kilogram," akunya. [*]

Editor : Hari Puspita
#harga buah #salak #karangasem