Menyembuhkan Diri dengan Re-Parenting

Rosihan Anwar • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:03 WIB
Santy Sastra.
Santy Sastra.

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator & Hypnoterapist)

KITA sering paling keras pada diri sendiri. Saat gagal langsung menyalahkan. Saat sedih dianggap lemah. Padahal suara itu bukan selalu suara kita.

Re-parenting adalah cara belajar menjadi orang tua yang baik untuk diri sendiri. Istilah ini sederhana. Kita mengasuh ulang diri dengan cara yang lebih sehat.

Setiap orang tumbuh dengan cara dididik yang berbeda. Ada yang besar dengan banyak dukungan. Ada juga yang tumbuh dengan banyak tuntutan, kritik, atau bahkan diabaikan.

Apa yang kita terima waktu kecil akan terekam. Tanpa sadar kita mengulanginya saat dewasa. Gagal sedikit langsung dimarahi dalam hati. Capek dibilang manja. Sedih dianggap berlebihan.

Re-parenting hadir untuk memutus pola itu. Tujuannya bukan untuk menyalahkan orang tua. Tujuannya agar kita bisa hidup lebih tenang dan tidak menyakiti diri sendiri lagi.

Langkah pertama adalah menyadari suara di kepala kita. Saat muncul pikiran “kamu payah”, berhentilah sejenak. Tanyakan, ini benar pendapat saya atau hanya gema dari dulu.

Langkah kedua, belajar jadi pendengar yang baik untuk diri. Sama seperti menenangkan anak kecil yang jatuh. Kita juga berhak dapat kalimat “tidak apa-apa, kamu sudah berusaha”.

Langkah ketiga, penuhi kebutuhan yang dulu terlewat. Butuh diapresiasi? Beri apresiasi untuk diri. Butuh istirahat? Izinkan tubuh beristirahat. Butuh dimengerti? Tuliskan isi hati di jurnal.

Re-parenting bukan berarti manja. Ini justru bentuk tanggung jawab. Kita belajar mengatur emosi. Kita belajar membuat batasan. Kita belajar memberi dukungan pada diri sendiri.

Dulu kita diajarkan harus selalu sempurna. Sekarang kita boleh bilang pada diri bahwa cukup baik itu sudah hebat. Tidak semua hal harus seratus persen.

Dulu kita dilarang menangis. Sekarang kita boleh menangis. Lalu mengusap bahu sendiri dan bilang bahwa kita tidak sendirian.

Proses ini tidak cepat. Ada hari kita kuat. Ada juga hari kita kembali jatuh ke pola lama. Tapi setiap kita memilih bicara lembut pada diri, kita sedang membangun jalan baru.

Manfaatnya terasa dalam hidup sehari-hari. Hubungan dengan orang lain jadi lebih sehat. Kita tidak lagi mengejar validasi dari luar. Kita mulai merasa aman di dalam diri sendiri.

Re-parenting juga membuat kita jadi orang tua, guru, atau pemimpin yang lebih baik. Karena kita sudah tahu rasanya diasuh dengan kasih.

Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi kita bisa memilih seperti apa kita memperlakukan diri hari ini. Mulai saja dari satu kalimat baik untuk diri sendiri. (ss/han)

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
santy sastra Power of mind santy sastra