Oleh: Santy Sastra
(Mindset Motivator & Hypnoterapist)
PIKIRAN kita punya kekuatan besar. Lebih dari yang sering kita sadari. Ia bisa membuat tubuh sakit, tapi juga bisa membuat tubuh sembuh.
Setiap hari kita berpikir ribuan kali. Ada pikiran cemas, takut, marah, dan ada juga pikiran tenang, syukur, dan semangat. Semua itu memengaruhi tubuh kita.
Saat kita stres, jantung berdebar. Bahu menegang. Perut jadi tidak nyaman. Itu karena pikiran mengirim sinyal ke tubuh. Tubuh hanya mengikuti perintah dari kepala.
Sebaliknya, saat kita berpikir positif, tubuh jadi lebih rileks. Napas lebih teratur. Tidur jadi lebih nyenyak. Daya tahan tubuh juga ikut naik.
Itulah mengapa dokter sering bilang, “jaga pikiran”. Karena pikiran adalah obat pertama sebelum obat dari apotek.
Pikiran positif bukan berarti memaksa diri selalu bahagia. Itu berarti memilih cara pandang yang menolong. Melihat masalah sebagai pelajaran, bukan akhir dari segalanya.
Contoh sederhana. Saat sakit, orang yang terus mengeluh akan merasa sakitnya lebih berat.
Tapi orang yang bilang “ini sementara, aku pasti pulih” akan merasa lebih kuat.
Kata-kata yang kita ucapkan pada diri sendiri juga obat. Kalimat “aku bisa” berbeda rasanya dengan “aku tidak mungkin bisa”. Tubuh menangkap energi dari kata-kata itu.
Olahraga, makan sehat, dan istirahat penting. Tapi tanpa pikiran yang tenang, semua itu rasanya berat dijalani. Pikiran yang sehat membuat kita konsisten menjaga tubuh.
Latih pikiran seperti melatih otot. Mulai dengan syukur kecil setiap pagi. Catat tiga hal baik yang terjadi hari ini. Alihkan fokus dari yang tidak bisa kita kontrol.
Saat cemas datang, tarik napas. Tanyakan pada diri, apakah ini benar-benar terjadi atau hanya pikiran saya. Sering kali ketakutan terbesar hanya ada di kepala.
Memafkan juga bentuk obat. Menyimpan marah hanya membuat pikiran dan tubuh lelah. Melepaskan justru membuat lega.
Lingkungan juga memengaruhi pikiran. Berteman dengan orang yang mendukung membuat pikiran lebih sehat. Begitu juga dengan membatasi berita atau media yang membuat cemas.
Pikiran tidak bisa dilihat, tapi hasilnya nyata. Ia bisa jadi racun, bisa juga jadi penyembuh.
Mulai hari ini, perlakukan pikiran seperti obat. Pilih yang menyehatkan. Karena sembuh tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam kepala kita sendiri. (ss/han)
Editor : Rosihan Anwar