Kebohongan Patologis

Rosihan Anwar • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:09 WIB

 

Santy Sastra.
Santy Sastra.

 

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator & Hypnoterapist)

 

KEBOHONGAN patologis adalah kebiasaan berbohong yang sudah di luar kendali. Bukan bohong karena takut atau terpaksa, tapi sudah jadi pola.

Orang dengan kondisi ini bisa berbohong setiap hari. Soal kecil sampai besar. Dan sering kali bohongnya tidak masuk akal.

Bedanya dengan pembohong biasa adalah tujuannya. Pembohong biasa berbohong untuk untung. Kebohongan patologis dilakukan tanpa alasan jelas.

Ciri utamanya adalah cerita yang dibesar-besarkan. Hari ini bilang pergi ke luar negeri. Besok bilang kenal pejabat. Lusa bilang sakit parah.

Pelaku biasanya percaya dengan ceritanya sendiri. Saat ditanya bukti, marah atau membuat cerita baru lagi untuk menutupi.

Kebohongan ini bisa terjadi sejak kecil. Bisa karena ingin dapat perhatian. Bisa karena ingin terlihat hebat di depan orang lain.

Lama-lama bohong jadi kebiasaan otomatis. Otak sudah terbiasa membuat cerita. Susah untuk berhenti walau sadar itu salah.

Dampaknya besar untuk hubungan. Teman, pasangan, dan keluarga jadi tidak percaya lagi. Sekali ketahuan bohong, semua cerita jadi diragukan.

Di tempat kerja juga bahaya. Bisa merusak reputasi. Orang jadi takut memberi tanggung jawab karena tidak tahu mana yang benar.

Penyebabnya belum pasti. Bisa dari gangguan kepribadian, trauma masa kecil, atau gangguan mental lain. Bisa juga karena kebiasaan sejak lama.

Menangani kebohongan patologis tidak bisa dengan marah. Menyudutkan justru membuat pelaku membuat lebih banyak kebohongan.

Langkah pertama adalah menyadari. Pelaku harus mau mengakui bahwa ada masalah. Tanpa pengakuan, tidak akan ada perubahan.

Bantuan profesional sangat penting. Psikolog atau psikiater bisa membantu mencari akar masalah dan melatih kejujuran.

Keluarga juga perlu batasan. Jangan ikut membenarkan. Tegaskan bahwa hubungan hanya bisa jalan kalau ada kejujuran.

Kebohongan patologis bukan berarti orangnya jahat. Dia sakit dan butuh bantuan. Dengan terapi dan dukungan, kebiasaan ini bisa dikurangi.

Jujur itu melelahkan di awal. Tapi hanya dengan jujur, kepercayaan bisa kembali dibangun. (ss/han)

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
santy sastra hypnoterapi Power of mind santy sastra santy sastra public speaking