Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ribuan Pecalang Bali Amankan Desa Adat dan Fasilitas Umum

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 1 September 2025 | 16:43 WIB
APEL AGUNG - Sekitar 13 ribu pecalang se-Bali melakukan apel agung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.
APEL AGUNG - Sekitar 13 ribu pecalang se-Bali melakukan apel agung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.

RADAR BALI - Ribuan petugas pengamanan desa adat (pecalang) dari 1.500 desa adat di Bali melakukan apel siaga di Lapangan Puputan Renon, Denpasar.

Sekitar 13 ribu pecalang yang tergabung dalam Pasikian Pecalang Bali tersebut melakukan apel agung guna menegaskan sikap menolak aksi anarkis di Bali.

Dalam pernyataannya, Pesakian Pecalang Bali menyatakan bahwa kerusuhan pada Sabtu (30/8) hingga Minggu (31/8) pagi tidak dilakukan oleh krama Bali.

Oleh karena itu, pecalang meminta tidak ada pihak yang melakukan anarki dan menjadikan Bali tidak aman.

"Kami pecalang Bali tidak rela tanah kami diganggu dan dirusak oleh aksi yang tidak bertanggung jawab dan anarki," tegas Petajuh Manggala Badung Pesikian Pecalang Bali I Nyoman Beker seperti dikutip RRI.

Bendesa Majelis Desa Adat Bali sebelumnya menyatakan status waspada di Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Untuk mencegah aksi demonstrasi berkembang menjadi aksi anarki, Bendesa Majelis Desa Adat menurunkan pecalang untuk ikut mengamankan aksi unjuk rasa di masing-masing wilayah (wewidangan) desa adat.

Para pecalang juga akan mengamankan fasilitas umum dan objek-objek vital di wilayah masing-masing bekerja sama dengan petugas keamanan.

Ketua Majelis Desa Adat Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menegaskan pengamanan yang dilakukan pecalang akan bersifat humanis.

Dia mengakui para pecalang akan menyandang senjata keris, namun sekadar bersifat aksesoris yang melekat dengan baju adat yang digunakan pecalang.

Sukahet meminta tidak ada lagi aksi unjuk rasa yang disertai dengan pelanggaran hukum dan etika.

"Silakan demo, tapi jangan anarkis, bakar-bakar, merusak fasilitas umum, merusak Bali. Masyarakat Bali pasti akan mencegah," tegasnya.

Sukahet menegaskan pecalang yang bertugas mengamankan desa adat sedang melakukan ngayah untuk menjaga Bali dan perekonomian seluruh krama Bali yang bergantung pada sektor pariwisata. "Kalau nindihin gumi Bali, pecalang siap," pungkasnya. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#denpasar #badung #renon #pecalang #bali #apel agung #gianyar