Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bantuan Korban Banjir Bali Cair 20 Oktober: Perbaikan Rumah Hingga Santunan JKK Disalurkan

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:22 WIB

TERDAMPAK BANJIR - Pura Beji Pengampuhan Tukad Badung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Denpasar.
TERDAMPAK BANJIR - Pura Beji Pengampuhan Tukad Badung yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Denpasar.

RADAR BALI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bantuan untuk para korban banjir di Bali akan mulai disalurkan pada 20 Oktober 2025.

Bantuan ini diberikan menyusul tuntasnya proses verifikasi bangunan dan fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir bandang pada 9-10 September 2025.

Bencana yang dipicu curah hujan ekstrem ini tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menelan korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui BNPB segera menyalurkan bantuan perbaikan rumah dan memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa tanggap darurat.

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menjelaskan rincian skema bantuan perbaikan rumah yang akan diberikan.

Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan:

Kerusakan ringan: Rp 15 juta

Kerusakan sedang: Rp 30 juta

Kerusakan berat: Rp 60 juta, setara dengan biaya pembangunan rumah tipe 36.

Suharyanto telah menginstruksikan para kepala desa untuk segera mendata rumah-rumah warga yang terdampak demi mempercepat penyaluran bantuan.

Ia juga menegaskan bahwa selama masa tanggap darurat, seluruh kebutuhan dasar para korban akan dipenuhi oleh BNPB.

Kerugian dan Korban Jiwa

Banjir bandang di Bali telah menyebabkan kerugian besar.

Hingga Kamis (11/9/2025), total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 jiwa, yang tersebar di Denpasar (10 jiwa), Gianyar (3 jiwa), Jembrana (2 jiwa), dan Badung (1 jiwa).

Angka ini bertambah setelah tim gabungan menemukan dua jenazah korban, salah satunya Maimunah (75) yang ditemukan di sekitar reruntuhan ruko di Denpasar.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan tiga orang dari satu keluarga di Perumahan Permata Residence, Mengwitani, dinyatakan hilang.

Total 562 warga juga harus mengungsi, terdiri dari 327 orang di Jembrana dan 235 orang di Denpasar.

Dampak ekonomi juga sangat terasa. Ribuan pedagang di Pasar Kumbasari dan Pasar Badung mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 13,7 miliar.

Pemerintah Kota Denpasar menargetkan pembersihan pasar selesai dalam seminggu, sementara perbaikan instalasi kelistrikan membutuhkan waktu 5-10 hari.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah, Pemerintah Kota Denpasar telah menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada dua ahli waris korban banjir di Pasar Kumbasari.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, secara simbolis menyerahkan santunan sebesar Rp 70 juta kepada ahli waris almarhumah Ni Ketut Merta dan total Rp 70,02 juta kepada ahli waris almarhumah Ni Wayan Lenyod.

Banjir besar ini dipicu oleh curah hujan yang sangat ekstrem, mencapai 385 mm dalam 24 jam, setara dengan curah hujan normal selama satu bulan.

Data ini dikonfirmasi oleh BMKG dan menjadi faktor utama penyebab bencana yang melumpuhkan sebagian wilayah Bali.***

 

 

 

 

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#badung #Bupati Badung Adi Arnawa #kepala bnpb #jaminan kecelakaan kerja #pencairan bantuan #gerindra #bmkg #BNPB #jumlah korban banjir di ntt #jamsostek #nominal bantuan #BMKG Wilayah III Denpasar #jembrana #Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara #pasar kumbasari denpasar #Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan #bencana banjir bali #pasar badung denpasar #bantuan korban banjir #karangasem #bantuan bencana alam #bali #BPJS Ketenagaakerjaan #bantuan langsung tunai #pemkot denpasar #klungkung #prabowo subianto #gubernur wayan koster #gianyar #Korban banjir bali