Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Siaga Satu! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 11-17 Februari 2026: Waspada Banjir dan Longsor

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 11 Februari 2026 | 11:44 WIB
Ilustrasi - BMKG mengeluarkan peringatan siaga cuaca ekstrem di Bali hingga 28 Januari 2026.
Ilustrasi - BMKG mengeluarkan peringatan siaga cuaca ekstrem di Bali hingga 28 Januari 2026.

RADAR BALI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya perkembangan signifikan dalam dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali.

Peringatan dini ini berlaku untuk periode 11 hingga 17 Februari 2026.

Saat ini, sebagian besar wilayah Bali telah memasuki puncak musim hujan.

Beberapa faktor atmosfer yang memicu peningkatan cuaca ekstrem antara lain:

Monsun Asia: Diprakirakan masih memberikan pengaruh kuat di wilayah Indonesia, termasuk Bali.

Konvergensi Angin: Terbentuknya pola pertemuan dan belokan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Kelembapan Tinggi: Kondisi udara basah terpantau hingga lapisan atmosfer atas (200 mb), yang memicu aktivitas konvektif kuat.

Kombinasi fenomena ini menyebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Potensi Wilayah Terdampak

Seluruh kabupaten dan kota di Bali diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah yang diprediksi terdampak meliputi: Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.

Masyarakat di wilayah tersebut perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan banjir bandang, tanah longsor (tergantung tingkat kerawanan wilayah masing-masing), pohon tumbang akibat angin kencang.

Selain cuaca di daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait tinggi gelombang laut yang diprakirakan mencapai 1.25 – 2.5 meter.

Area yang perlu diwaspadai meliputi Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali.

Imbauan untuk Masyarakat

Mengingat potensi cuaca ekstrem tersebut, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III, Cahyo Nugroho, mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah berikut:

Langkah Antisipatif: Tetap waspada dalam menjalankan aktivitas harian agar tetap aman dan lancar.

Pantau Informasi Resmi: Terus perbarui informasi melalui kanal resmi BMKG:

Instagram: @infobmkg dan @bmkgbali

Call Center: (0361) 751122

Email: cuaca.bbmkg3@gmail.com

Waspada Hoaks: Selalu merujuk pada data BMKG dan jangan mudah memercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Dinamika Atmosfer #info cuaca #bmkg #bencana hidrometeorologi #pemprov bali #Cahyo Nugroho #cuaca ekstrem bali #Februari 2026 #banjir bandang #banjir #Warning #wayan koster #cuaca ekstrem #pohon tumbang #bali #peringatan dini #longsor