Sejumlah daerah tujuan wisata (DTW) di Tabanan kini mulai menerima wisatawan asal Tiongkok tersebut. Salah satunya DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri Tabanan.
Asisten Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Putu Toni Wirawan mengaku setelah dua tahun pandemi tidak menerima wisatawan asal Cina, karena adanya penularan Covid-19. Baru sejak 10 Januari lalu telah menerima kunjungan wisatawan Cina setelah dibukanya penerbangan Cina langsung ke Bali.
“Baru beberapa beberapa orang wisman Tiongkok berwisata ke DTW Tanah Lot. Sekitar 20-50 orang setiap harinya," ujar Tony, Minggu (5/2/2023).
Tony menyebut wisatawan dari Tiongkok yang mengunjungi DTW Tanah Lot ternyata sebagian besar adalah mereka yang merayakan tahun baru Imlek di Bali. Sehingga menyempatkan diri atau mampir berlibur di Tanah Lot. “Saat ini Tiongkok dan Taiwan yang dominan, tidak penduduk Cina secara keseluruhan,” ucapnya.
Meski telah mulai adanya wisatawan Cina yang berkunjung ke DTW Tanah Lot, namun jumlah kunjungan tidak seramai yang dulu sebelum pandemi mewabah.
"Sekarang baru puluhan orang setiap hari. Kalau dulu sehari bisa tembus 1.000-2.000. Mudah-mudahan kedepan bisa seperti dulu lagi,” harapnya.
Tony menegaskan kembalinya wisatawan Cina berlibur ke Bali. Pihaknya tetap melakukan antisipasi penularan Covid-19. Apalagi virus Covid-19 penularan mulai datang dari negara itu.
Pihaknya selain memberikan papan imbauan dan sosialisasi, melainkan pula menyediakan masker, scan barcode dan melarang wisatawan melakukan kerumunan. Namun dengan tetap mengedepankan kenyamanan orang yang berwisata di DTW.
"Selain itu kami juga dibantu aparat kepolisian untuk himbauan protokol Covid-19 bagi wisatawan," sebutnya.
Diawal tahun 2023 ini sebagian besar pengunjung yang datang masih wisatawan domestik seperti beberapa daerah di pulau Jawa. Ada pula wisatawan mancanegara. “Rata-rata kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara dalam sepekan terakhir ini berada di rentang 4.500 sampai dengan 5.500 orang,” imbuhnya. [juliadi/radar bali]
Editor : Hari Puspita