Ia berharap pariwisata di Bali bersih dari praktik-praktik kotor yang mengakibatkan masyarakat Bali mati di daerah sendiri.
Salah satunya kasus jual beli "kepala" turis Tiongkok yang sempat ramai bukan isapan jempol. Agung tidak ingin itu terjadi lagi di Bali.
"Isunya jual beli kepala bukan isapan jempol. Prihatin dengan pariwisata di Bali supaya itu tidak terjadi lagi. Pokoknya ini harus ada kebijakan konkret. Yang vital jantung pariwisata itu di Bali," ujarnya.
Menurutnya, De Gadjah- sapaan akrab Made Muliawan Arya- memiliki pengaruh besar, selain sebagai wakil rakyat juga sebagai ketua DPD Gerindra Bali untuk mewujudkan pariwisata semakin berkualitas.
"Saya percaya Pakde (De Gadjah,red) apa yang menjadi keluh kesah saya sebagai pengusaha. Visi kami memakmurkan masyarakat Bali," ujarnya.
De Gadjah menanggapi aspirasi tersebut sejalan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga menyoroti kasus tersebut.
Sesuai dengan instruksi Ketua Umum Partai. Gerindra Prabowo Subianto, yakni untuk selalu mengedepan kesejahteraan masyarakat jangan sampai masyarakat kehilangan potensi masyarakat. "Sesuai instruksi Bapak Prabowo untuk selalu bersama rakyat," tukasnya. (feb)
Editor : Rosihan Anwar