Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pantai Ketapang Kembar Tempat Pencinta Selancar di Klungkung:Mulai Populer tapi Minim Fasilitas

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 14 November 2023 | 02:05 WIB
MULAI POPULER : Pantai Ketapang Kembar di Desa Gelgel,Klungkung. (Foto: DEWA AYU PITRI ARISANTI)
MULAI POPULER : Pantai Ketapang Kembar di Desa Gelgel,Klungkung. (Foto: DEWA AYU PITRI ARISANTI)

Pantai Ketapang Kembar, Desa Gelgel,Klungkung,  banyak didatangi para pecinta selancar sejak beberapa tahun belakangan ini. Setidaknya ada sekitar 50 orang peselancar asal Eropa dan Jepang mendatangi pantai sebelah timur Pura Watu Klotok itu setiap harinya saat ombak bersahabat.Perlu fasilitas memadai untuk pengembangan.

TEMPAT ini memang belum begitu populer. Kadek Suardana, salah seorang pedang di Pantai Ketapang Kembar beberapa waktu lalu menuturkan, keindahan ombak Pantai Ketapang Kembar mulai dilirik para peselancar sebelum pandemi Covid-19.

Jika ombak sedang bagus, sekitar 50 orang peselancar asal Eropa dan Jepang akan berdatangan untuk beradu dengan ombak pantai tersebut per harinya.

“Kalau  mau ke sini (Pantai Ketapang Kembar) pemandu mereka (wisatawan) biasanya menelepon saya dulu untuk tanya soal kondisi ombak,” terangnya.

Promosi dari mulut ke mulut menurutnya yang membuat pantai itu didatangi para selancar. Sebab dia selama ini belum melihat penanganan serius dari pemerintah atas potensi yang ada di Pantai Ketapang Kembar tersebut.

Lantaran fasilitas yang minim, dia kerap mendengar keluhan wisatawan terkait akses jalan, toilet dan penitipan barang yang tidak ada. Lantaran minimnya fasilitas, warunya kerap berupa menjadi tempat penitipan barang.

 “Karena dari tempat parkir ke sini jaraknya jauh. Mereka tidak berani taruh barang di kendaraan. Banyak juga bule yang tanya toilet. Dulu memang ada toilet yang dikelola Pokdarwis, tapi sekarang sudah tutup,” katanya.

Meski kerap memfasilitasi para wisatawan, dia mengaku tidak mendapat berkah dari semua itu. Sebab wisatawan menitipkan barangnya secara gratis.

Apalagi wisatawan yang datang kerap membawa sendiri makan dan minumnya. “Saya tidak berani untuk menarik biaya sewa apa pun. Kalau tidak ada aturan jelas, nanti saya justru disalahkan. Semoga potensi ini bisa dilihat pemerintah,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#surfing #pariwisata #klungkung