MANGUPURA, radarbali.id - Dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mulai mempersiapkan kesiagaan dari segi sarana-sarana publik. Sebagai destinasi pariwisata internasional, Sekda Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa ungkap pemerintah berupaya meyakinkan serta memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Gumi Keris.
Hal ini dilakukan dengan memastikan penjagaan-penjagaan terhadap sarana-sarana publik. Termasuk di dalamnya lalu lintas jalan, traffic light, lampu penerangan jalan, dan keamanan yang lain oleh Dinas Perhubungan (Dishub) bersama dengan instansi-instansi terkait.
"Sehingga memastikan bahwa orang berkunjung ke Badung ini aman dan nyaman. Karena kalau itu bisa didapat oleh para wisatawan, tentunya akan memberikan suatu garansi buat para wisatawan yang akan datang ke Bali, ke Badung khususnya, akan ada suatu kemanan kenyamanan," paparnya, kemarin (21/12/2023).
Baca Juga: Asyik! Tumbuhkan Ekosistem Pasar.id, BRI Singaraja Gelar Pasar Murah
Disinggung terkait titik kemacetan, ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sedang mendorong pembangunan infrastruktur jalan guna mengurai kemacetan.
"Sekarang kita sedang pembebasan-pembebasan lahan, termasuk salah satunya adalah kita akan bebaskan Jalan Lingkar Barat daripada Jalan Lingkar Selatan," sambungnya.
Menurutnya, hal ini memang konsekuensi dari peningkatan kunjungan ke Kabupaten Badung. Terlebih periode Nataru adalah high season dari kegiatan pariwisata.
Kepala Dishub Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma dalam kesempatan ini menyampaikan telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan Kuta Selatan dan Kuta, berkaitan dengan perayaan malam pergantian tahun yang terpusat di sebelah Pasar Seni Kuta.
Baca Juga: Asyik! Bali Jadi Tempat Memperkenalkan dan Promosikan Ragam Kuliner Nusantara
"Sudah kita siapkan kuotanya. Kita masih menunggu Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) dari Polresta," ujarnya.
Meskipun MRLL belum keluar, Dishub Badung sudah menyiapkan personel yang akan bertugas di Pos Pengamanan (Pospam), di Pantai Kuta, serta penugasan pada saat pemberlakuan pengalihan arus lalu lintas.
Adapun personel yang dikerahkan yaitu sebanyak 176 orang untuk di Badung utara. Sedangkan 76 personel disebar di masing-masing simpang yang ada di Kuta untuk membantu pihak kepolisian melaksanakan pengalihan arus lalu lintas.
"Kalau Badung utara kita kan fokus di jalan arteri, karena di sana dari Mengwitani, Kapal, Lukluk, Sempidi. Untungnya di sini sudah ada Area Traffic Control System (ATCS) untuk penguraian itu," kata Rai.
Jalan arteri ini menjadi arus mudik dan arus masuknya wisatawan domestik yang menggunakan transportasi darat. Namun hal ini bersifat situasional dan on call bilama terjadi penumpukan. (ari)