Semakin banyak desa-desa di Tabanan mengusulkan diri untuk dijadikan desa wisata. Salah satunya Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan Tabanan. Pada tahun ini Desa Baturiti sedangkan berproses untuk mengusulkan diri ke Pemkab Tabanan menjadi desa wisata.
BUKAN tanpa alasan. Desa itu mengusulkan menjadi desa wisata, karena sudah terbentuk kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdarwis). Disamping itu yangn paling penting adalah banyak potensi desa yang dimiliki.
Perbekel Desa Baturiti Kecamatan Kerambitan I Made Suryana mengatakan usulan Desa Baturiti menjadi desa wisata akan pihaknya ajukan pada tahun ini. Sehingga nanti pada tahun 2025, Desanya ditetapkan oleh Pemkab Tabanan menjadi desa wisata.
Pihaknya mengusulkan Desa Baturiti agar menyandang status Desa Wisata, karena banyak potensi alam, seni budaya dan kuliner yang dimiliki oleh desa. Misalnya potensi alam menyangkut persawahan di desa yang masih terjaga dengan pertanian sawah terasering. Dengan obyek wisata Uma Kawan. Ada lagi lembah cinta di pinggir sungai Yeh Ho yang masuk kawasan Desa Baturiti. Termasuk kuliner makanan khas desa nasi bejek.
Kemudian adanya seni budaya tektekan, tari pendet yang dilakukan oleh komunitas seni yang masih ada di Desa Baturiti. Yang utama potensi dan ikon Desa Baturiti adalah keberadaan Puri Anyar Kerambitan.
Dulunya tahun 1990-2000, telah banyak wisatawan datang ke Puri Anyar Kerambitan. Meraka datang tidak hanya sekedar melihat puri dan sejarahnya. Tetapi melihat kreatifitas suguhan seni tari dari masyarakat seni Baturiti.
"Potensi wisata seperti Puri Anyar Kerambitan inilah yang ingin kami bangkitkan lagi seperti dulu. Dengan apa membentuk Desa Wisata sehingga terkelola potensi dengan baik," tutur pria kelahiran tahun 1968.
Bahkan salah satu syarat untuk mewujudkan desa wisata itu adalah terbentuknya Pokdarwis Desa. Nah di Desa Baturiti sudah terbentuk Pokdarwis sejak tahun 2019 lalu.
"Pembentukan Pokdarwis ini sejatinya wadah awal untuk membangun potensi-potensi pariwisata di desa yang ingin dikembangkan menuju desa wisata," ungkapnya.
Mengenai kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menuju desa wisata. Dikatakan Suryana, sebenarnya dari masyarakat sudah siap, karena di desa sudah ada beberapa masyarakat yang tergabung dalam komunitas guide dan guide raspadibali.
"Anak muda kami sudah banyak bekerja di pariwisata. Selama ini mereka bekerja diluar dan sekarang sudah pulang kampung ingin mengembangkan pariwisata desa," tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita