Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nikmatnya Olahan Ikan Marlin Buk Ribu, Berjualan Sejak 1950, Pernah Didatangi Dua Master Chef

Zulfika Rahman • Selasa, 17 Desember 2024 | 13:00 WIB

SATU PORSI: Sajian  satu porsi olahan ikan marlin Bu Ribu yang sudah ada sejak tahun 1950-an.
SATU PORSI: Sajian satu porsi olahan ikan marlin Bu Ribu yang sudah ada sejak tahun 1950-an.

Olahan ikan laut menjadi santapan pilihan yang lezat. Di Karangasem, tepatnya di Banjar Dinas Mendira, Desa Sengkidu, Manggis, pepes ikan marlin Buk Ribu menjadi pilihan kuliner yang tepat.

 

 KELEZATAN pepes ikan Buk Ribu sudah dikenal di kalangan pencinta kuliner di Bali bahkan luar Bali. Ni Nyoman Mariani, yang kini mengelola warung tersebut merupakan generasi ketiga yang meneruskan usaha kuliner tersebut. Warung pepes ikan Buk Ribu sendiri memulai berjualan sejak tahun 1950 an. ”Walaupun dari generasi ke generasi, kami menjamin rasa dari dulu nenek saya memulai berjualan sampai sekarang tidak berubah,” kata Mariani.

Olahan pepes ikan marlin Buk Ribu pun cukup familiar dan menjadi buruan pencinta kuliner. Dalam sehari, rata-rata bisa menjual sampai 200 pepes ikan marlin. ”Kalau hari-hari tertentu bisa lebih dari itu,” ucap perempuan berusia 52 tahun ini.

Hingga saat ini, pelanggannya terus bertambah. Tak hanya dari warga lokal Karangasem, di luar Karangasem seperti Denpasar, Klungkung, Gianyar bahkan hingga luar Bali juga datang ke Karangasem untuk bisa menyantap lezatnya pepes ikan marlin buatannya. ”Pernah didatangi chef  Renata dan Juna,” kenangnya.

Sejak usaha itu berdiri, suasana dan cara memasaknya tak berubah. Rumah yang ditinggali saat ini juga merupakan tempat awal neneknya memulai jualan pepes ikan marlin ini. ”Memasaknya masih dengan cara tradisional. Memakai sabut kelapa kering,” kata Mariani.

Dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai tempat duduk para pengunjung, usaha pepes ikannya ini bisa terus eksis sampai saat ini. ”Astungkara sampai sekarang masih terus diminati,” katanya.

Untuk satu porsi, ia menjualnya dengan harga Rp 30 ribu. Dalam satu porsi, berisi menu lengkap dengan suguhan dua pepes, sate, sup dan nasi. ”Rata-rata per hari bisa sampai 50 porsi. Dalam sehari saya menghabiskan 30 kilogram lebih ikan marlin yang didapat dari nelayan,” jelasnya.

 

Untuk pepes ikannya sendiri menggunakan dua bumbu yaitu pepes bumbu rajang dan pepes bumbu plecing. ”Omzetnya rata-rata Rp 2,5 juta per hari,” imbuh Mariani.  Bu Ribu juga mengatakan karena olahan ikan marlin buatannya cukup dikenal, tak ayal warung itu selalu ramai didatangi pelanggan.***

 

Editor : Made Dwija Putera
#olahan ikan laut #pepes ikan #ikan marlin bu ribu #kuliner