BANGLI, RadarBali.id – Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengonfirmasi adanya penurunan jumlah wisatawan sebesar 5 persen pada periode libur Nataru 2026.
Faktor cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan di Indonesia dituding menjadi penyebab utama masyarakat enggan berwisata.
Data harian mencatat kunjungan pada 28 Desember 2025 mencapai 5.403 orang, namun turun menjadi 4.979 orang pada keesokan harinya. Mayoritas pengunjung masih didominasi oleh wisatawan domestik.
Baca Juga: Rangsang Minat Wisatawan, Anak-Anak Ngelawang di Hutan Bambu Desa Penglipuran, Ini Keseruannya
"Penurunan hanya lima persen, menurut kami tidak signifikan," jelas Sumiarsa.
Untuk menyiasati penurunan tersebut, pihak pengelola mengoptimalkan layanan melalui paket kunjungan khusus, eksplorasi hutan bambu, dan pementasan atraksi budaya harian.
Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan yang tetap memilih berkunjung ke Bangli di tengah cuaca yang kurang bersahabat.[*]
Editor : Hari Puspita