Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diduga Lantaran Dampak Curah Hujan Tinggi, Kunjungan Nataru 2026 ke Desa Penglipuran Turun 5 Persen

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 3 Januari 2026 | 07:15 WIB
IKONIK: Para pelancong memadati Desa Wisata Penglipuran, Bangli. (ist)
IKONIK: Para pelancong memadati Desa Wisata Penglipuran, Bangli. (ist)

 

BANGLI, RadarBali.id – Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengonfirmasi adanya penurunan jumlah wisatawan sebesar 5 persen pada periode libur Nataru 2026.

Faktor cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan di Indonesia dituding menjadi penyebab utama masyarakat enggan berwisata.

Data harian mencatat kunjungan pada 28 Desember 2025 mencapai 5.403 orang, namun turun menjadi 4.979 orang pada keesokan harinya. Mayoritas pengunjung masih didominasi oleh wisatawan domestik.

Baca Juga:   Rangsang Minat Wisatawan, Anak-Anak Ngelawang di Hutan Bambu Desa Penglipuran, Ini Keseruannya

"Penurunan hanya lima persen, menurut kami tidak signifikan," jelas Sumiarsa.

Baca Juga: Jelang Nataru, Kunjungan ke Penglipuran Meningkat, Wisatawan Bisa Nikmati Sensasi Hutan Bambu 45 Hektar

Untuk menyiasati penurunan tersebut, pihak pengelola mengoptimalkan layanan melalui paket kunjungan khusus, eksplorasi hutan bambu, dan pementasan atraksi budaya harian.

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan yang tetap memilih berkunjung ke Bangli di tengah cuaca yang kurang bersahabat.[*]

Editor : Hari Puspita
#nataru 2026 #hujan lebat #curah hujan tinggi #desa wisata penglipuran #cuaca ekstrem