Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengintip Acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Karangasem: Mirip Les Privat, di SDN 10 Karangasem Cuma Ada Dua Murid

Zulfika Rahman • Selasa, 22 Juli 2025 | 14:18 WIB
MIRIP LES PRIVAT : SDN 10 Karangasem saat menggelar MPLS dengan hanya dua siswa saja. (foto: Zulfika Rahman/Radar Bali)
MIRIP LES PRIVAT : SDN 10 Karangasem saat menggelar MPLS dengan hanya dua siswa saja. (foto: Zulfika Rahman/Radar Bali)


Tahun-tahun belakangan ini banyak sekolah digabung alias regrouping karena kekurangan siswa. Di SDN 10 Karangasem malah mirip les privat saja layaknya : Cuma ada dua orang murid baru.

DI ujung timur Bali, di Karangasem terutama jenjang Sekolah Dasar (SD) selalu ada sekolah yang minim pendaftar. Tahun ini pun sama. Ada yang hanya dapat dua siswa, hingga tidak dapat sama sekali.
Pemandangan yang jomplang terjadi di awal MPLS pada Senin (21/7/2025) pagi. Pemandangan miris terjadi di SD Negeri 10 Karangasem. Di sana sekolah tersebut menggelar MPLS hanya dengan dua peserta didik baru.

 Baca Juga: Krisis Siswa, Tak Kebagian Murid, akhirnya Regrouping Sejumlah SD di Banjarangkan dan Nusa Penida, Ini Daftar Sekolahnya

Satu laki-laki, satu lagi perempuan. Kedua siswa tersebut bernama Annisa Fatin Kayshara dan I Komang Pasek Artha Wijaya.


Keduanya diantar oleh kakak mereka yang kebetulan berada di sekolah yang sama. Sebelum menggelar MPLS, para murid di sana seperti biasa melakukan aktivitas bersih-bersih yang disusul dengan pelaksanaan upacara bendera.


Tampak dua orang siswa baru juga ikut dengan bergabung di barisan kelas IV. Karena kebetulan kelas II dan III kosong lantaran selama dua tahun sebelumnya tak mendapat siswa sama sekali. ”Perasaannya senang bisa sekolah di sini (SDN 10 Karangasem. Ada kakak saya juga,” kata Komang Pasek saat ditemui.


Plt Kepala SDN 10 Karangasem Ni Made Ariyanti menuturkan, meski sekolah yang ia pimpin hanya dapat dua peserta didik baru tahun ini, kegiatan MPLS maupun proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. ”Tetap berjalan. Walaupun dengan dua siswa baru saja,” tuturnya.


Di hari pertama MPLS, kedua siswa diajak berkeliling mengenal lingkungan sekolah. Kemudian berkenalan dengan para guru dan kakak kelas. Di masa MPLS itu, kedua siswa tidak akan langsung diberi materi pelajaran. ”Hal yang ringan dulu. Seperti bernyanyi, bermain, senam dan lainnya biar mereka senang dan semangat belajar walaupun cuma berdua,” bebernya.


Sementara itu, Wali kelas I SDN 10 Karangasem Ni Nengah Widianiti juga mengaku akan berupaya memberikan yang terbaik agar kedua anak didiknya tersebut tetap merasa senang dan nyaman ketika mengikuti MPLS hingga mengikuti kegiatan belajar mengajar. ”Proses belajar mengajar sama tidak ada yang beda,” ucapnya.

Untuk lebih memberikan semangat kepada kedua siswa tersebut, para guru di SDN 10 Karangasem patungan untuk memberikan baju olahraga dan peralatan tulis gratis kepada kedua siswa baru tersebut. ”Semoga mereka tetap semangat. Dan harapannya tahun depan bisa lebih banyak lagi siswa baru yang sekolah di sini,” tukasnya.

Pemandangan berbeda justru terlihat di SDN 6 Bhuana Giri. Di masa MPLS itu, sekolah yang terletak di Dusun Komala, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, tersebut justru diisi dengan kegiatan bersih-bersih.

Ini lantaran SDN 6 Bhuana Giri pada tahun ajaran ini tak mendapat peserta didik baru sama sekali. 

Kepala SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika mengungkapkan, setiap tahun ajaran baru, sekolah yang diampunya itu memang selalu dapat sedikit siswa. ”Tahun lalu yang kelas II saat ini kami dapat 2 orang siswa saja, untuk kelas III dan IV kosong karena tidak dapat siswa sama seperti tahun ini,” kata Suartika. 


Saat ini kata Suartika, jumlah siswa keseluruhan hanya 10 orang saja. Rinciannya, kelas II sebanyak 2 orang, kelas V sebanyak 2 orang dan kelas VI sebanyak 6 orang. ”Paling banyak itu di kelas VI, jumlahnya enam orang saja,” bebernya.


Suartika menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya SDN 6 Bhuana Giri mendapat siswa setiap ajaran baru. Berdasarkan koordinasi dengan kepala wilayah setempat, jumlah warga di sana, sekitar 150 kepala keluarga. ”Tapi yang produktif hanya 50 persen, itupun tidak semua tinggal di wilayah Dusun Komala,” ungkapnya. 

Kondisi membuat jumlah siswa yang mendaftar pada usia sekolah sangat sedikit. Belum lagi jarak antar SD negeri di sana cukup berdekatan. ”Jaraknya tidak sampai satu kilometer. Kami berharap tahun depan dapat siswa yang cukup,“ tandasnya. [Zulfika Rahman/Radar Bali]

Editor : Hari Puspita
#kekurangan murid #Krisis Siswa #karangasem #siswa baru #mpls