Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Game Changer Bersama Jayanti Sari Sulaiman: Kisah Inspiratif Perempuan Sukses Memimpin Perusahaan dengan Mimpi, Kemauan dan Komunikasi

M.Ridwan • Minggu, 26 Oktober 2025 | 23:21 WIB
KISAH INSOIRATIF: Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari Sulaiman (kanan) dalam Talkshow Game Changers di BIM University Denpasar Bali, Kamis 23 Oktober 2025.
KISAH INSOIRATIF: Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari Sulaiman (kanan) dalam Talkshow Game Changers di BIM University Denpasar Bali, Kamis 23 Oktober 2025.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Forum Talkshow Game Chager yang menghadirkan Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari Sulaiman yang berlangsung di Aula BIM University Denpasar Bali, benar-benar menyala memberikan inpirasi, Kamis 23 Oktober 2025.

Rektor BIM University, Ismoyo Soemarlan, dalam sambutannya optimistis forum Game Changer dengan tajuk, The Journey Founder Path to Success menjadi ajang belajar formulasikan pendidikan dan bisnis sebagaimana capaian yang dilakukan Jayanti Sari Sulaiman, selaku Presiden Direktur Hasnur Group. 

Dilain sisi, Ismoyo selaku Rektor BIM University ingin mewujudkan kolaborasi dengan Pemprov Bali seiring adanya program satu keluarga satu sarjana.

”Ini eranya bisnis digital mari kita dorong insan akademik mengolaborasikan sistem pendidikan yang berkemajuan dengan dunia bisnis,” harap Ismoyo, yang juga Sekretaris MUI Provinsi Bali, ini.

Pembicara tunggal, Jayanti Sari Sulaiman dalam talkshow yang dipandu I Gede Andika Wirateja, menyebutkan 7 nilai utama dalam memimpin perusahaan dan membangun pendidikan.

Menurutnya, Hasnur Group yang mulanya berfokus pada pengelolaan sektor sumber daya alam (SDA), lambat laun mengembangkan lembaga Insan Pendidikan.

Ketujuh nilai utama itu yakni, kesatuan sikap, dapat dipercaya, disiplin, pantang menyerah, keadilan, kebersamaan dan bijaksana

Jayanti mengisahkan, sejak kecil bermimpi untuk sekolah ke luar negeri dan akhirnya jadi nyata. Studi di Australia.

Namun krisis moneter 1998 jadi awal kapal berlayar menjadi Hasnur Group, dimana dirinya diminta orang tuanya untuk pulang dari belajar di luar negeri.

”Saya tidak butuh ijazah, kamu pulang bantu saya, dan itu tak ada di universitas. Saya mau ajari kamu tentang kapal dan tambang,  dimana saya tidak tahu tentang mesin, juga tambang batu bara tapi itulah latihan mental,” kisahnya, mengutip permintaan sang Ayahanda, kala itu.

”Tantangan berat sebagai perempuan, tapi juga saya ingin buktikan menembus tantangan. Kuncinya kita harus punya kemauan dan kerja keras,” tandasnya, menekankan.

Dalam proses kepemimpinannya, Jayanti menghadapi berbagai tantangan yang mendorongnya untuk meninjau ulang arah dan strategi perusahaan transportasi air peninggalan ayahandanya.

Dinamika tersebut menjadi momentum awal dilakukannya restrukturisasi pada tahun 2006, yang kemudian berlanjut pada transformasi perusahaan menuju model yang lebih profesional hingga akhirnya pada tahun 2008 dipercaya memimpin seluruh lini usaha Hasnur Group. 

 

“Sejak itu kami mengubah paradigma perusahaan dari model konservatif menjadi perusahaan profesional,” kisahnya.

Dengan ilmu komunikasi yang baik, pihaknya akhirnya mampu menyelesaikan kerikil usaha.

Sejak itu pihaknya melakukan restrukturisasi manajemen. Hingga kemudian mengembangkan usaha investasi Sawit dan pendidikan dan perusahaannnya menjadi go public sejak tahun 2021.

”Jadi mimpi itu harus di iringi ikhitiar kerja keras dan doa mustahil dapat diwujudkan,” catanya.

Penyesuaian SBU Hasnur Group yakni, Logistik, Agroforestri, Energi, Teknologi dan Jasa, Pendidikan, Konsumen, serta Investasi.

Puncaknya dirinya menerima penghargaan The Best CEO 2024. Jadi katanya, dalam proses kepemimpinannya, Jayanti menghadapi berbagai tantangan yang mendorongnya untuk meninjau ulang arah dan strategi perusahaan transportasi air peninggalan ayahandanya.

Dinamika tersebut menjadi momentum awal dilakukannya restrukturisasi pada tahun 2006, yang kemudian berlanjut pada transformasi perusahaan menuju model yang lebih profesional hingga akhirnya pada tahun 2008 ia dipercaya memimpin seluruh lini usaha Hasnur Group.”

“Alhamdulillah, kami saat ini mampu mengembangkan bisnis educations di Bali ini,” ungkapnya, menutup presentasi.

Sementara itu, Ketua Panitia, Taqwa Mora Marpaung, dalam laporannya berharap forum tersebut menjadi ajang kolaborasi akademisi, praktisi dan pelaku usaha, mewujudkan model penddidikan yang maju dan berdampak.

”Harapan kita ini menjadi wadah forum bisnis menginspirasi dan belajar kepemimpinan dengan mengimplementasikan wawasan baru bagaimana seorang pemimpin usaha dan memimpin diri sendiri yang berdampak kepada masyarakat,” harap Taqwa.

Sekadar diekathui, BIM University Denpasar merupakan kampus yang fokus pada persiapan karier dan pengembangan SDM yang kompeten:

Editor : M.Ridwan
#BIM University #game changers #kisah inspiratif #hasnur group