DENPASAR, radarbali.id - Rumah tradisional Bali yang disebut balai dangin milik Wayan Suda, 57, di Jalan Bakung No. 9, Banjar Tohpati, Desa Kesiman, Kertalangu, Dentim, terbakar.
Penyulutnya tak lain merambatnya api dari tumpukan sampah yang dibakar. Kejadian berlangsung Sabtu 28 Oktober 2023 sekitar pukul 23.00, mengakibatkan kerugian mencapai Rp 80 juga.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Hjmas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan, rumah Balai Dangin milik Wayan Suda, 57, disebabkan dari api sampah. Sebelumnya, sejumlah tetangga mengaku telah melihat pekak yang juga sebagai pemilik balai membakar tumpukan sampah.
Lalu, tetangga panik ketika mendengar bunyi seperti nyala api yang sementara berkobar. Seperti yang dijelaskan salah satu saksi bernama Wayan Lasti, 55. Ia tidur sekitar pukul 20.30. Namun terbangun karena mendengar suara kebakaran "krepet", persis di samping kediamannya.
Lasti langsung curiga, sebab saat itu wanita ini mencium bau asap menyengat. Ia sempat mengecek di dalam rumah. Karena tidak ada yang terbakar, memilih keluar rumah untuk mengecek. Ternyata benar, api telihat sudah besar di pojok atap balai Bali (Balai Dangin) milik tetangganya.
Karena panik, Lasti bisa berteriak "ada kebakaran, kebakaran," seperti itu ucapnya saat teriak. Lalu kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada anaknya, untuk selamatkan diri, sambil berlari ke kerumah pemilik balai Dangin, membangunkan mereka.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto : Penguasa Pegang Kartu Truf Beberapa Ketum Parpol
"Saat itu, keluarga korban sedang tidur. Teriakannya itu tidak direspon oleh pemilik balai," tambah AKP Sukadi. Lasti kemudian, kembali ke rumahnya dan menyuruh sang anak menghubungi pemadam kebakaran. Sementara itu, warga lain bernama Ketut Rika, 56, dan Ketut Yastina, 31, mengaku sempat lihat kakak pemilik balai, bakar sampah sekitar pukul 19.00.
Tumpukan sampah itu, persis di tembok rumah kontrakan saksi-saksi, yang jarak sampah tersebut sangat dekat dengan tumpukan kayu bekas rehab bangunan balai yang terbakar tersebut. Bahkan api diketahui masih menyala hingga pukul 20.30. "Ya, kuat dugaan, api merembet dari tumpukan sampah," ungkap Kasi Humas.
Lalu, dua unit pemadam datangi lokasi kejadian, sekitar pukul 23.35. Damkar BPBD Kota Denpasar tiba di TKP selanjutnya melakukan pemadaman api yang dapat dikuasai sekitar pukul 00.05. "Tidak ada korban jiwa. Namun menurut korban, kerugian material mencapai Rp 80.000.000," tambah Jubur Polresta.
Pihak korban menerima kejadian kebakaran tersebut sebagai musibah. Karena kelalaian dani sang kakek. Pihak keluarga tidak melaporkan ke pihak kepolisian. "Ya, kini api sudah padam. Tidak ada korban korban jiwa. Mereka alami kerugian Rp 80 juta," pungkas AKP Sukadi.***
Editor : M.Ridwan