DENPASAR,radarbali.id - Tim SAR gabungan terlihat sibuk dengan kondisi darurat pada Jumat malam (26/1/2024). Bunyi sirine ambulans meraung-raung. Tim ini ternyata mengevakuasi seorang ABK MV Volta berangkat dari Australia hendak menuju Tiongkok.
Korban berinisoam SRJ, 51, asal Filipina, dengan kondisi Suspect Cardiac. Berlangsung Jumat 26 Januari 2024 sekitar pukul 17.53.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan, penindakan ini berawal ketika pihaknya mendapatkan laporan Kapten Kapal berbendera Marshall Island tersebut, Jumat 26 Januari 2024 sekitar pukul 17.53. "Kapten kapal mengaku ABKnya membutuhkan penanganan medis," tuturnya.
Tim SAR gabungan terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, KSOP Benoa, dan pihak agen lepas sandar dari Pelabuhan Benoa pada pukul 21.05.
Tentunua dengan menggunakan RIB KSOP menuju titik Intercept 8°48,00’S - 115°18.9’T (sekitar 1,79 Nm). Berselang 30 menit RIB berhasil merapat ke MV Volta dan segera melaksanakan evakuasi korban atas nama SRJ, 51, asal Filipina, dengan kondisi Suspect Cardiac.
Tim membawa ABK ini dan tiba di Pelabuhan Benoa sekit pukul 22.15. Untuk selanjutnya dibawa menggunakan ambulance menuju RS Siloam.
Selama berlangsungnya medivac turut melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Lanal Denpasar, Dit Samapta Polda Bali.
Juga Dit Polair Polda Bali, Polsek KP3 Benoa, KSOP Benoa, VTS Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, KKP Kelas I Denpasar, Pusdalops Provinsi Bali, serta agen kapal PT. Bayu Cipta Samudra.***
Editor : M.Ridwan