DENPASAR, Radar Bali.id- Fasilitas Pelabuhan Kelas II Nusa Penida alami kerusakan karena hantaman ombak.
Kerusakan itu dikarenakan cuaca ekstrem . Lalu lintas penyeberangan sempat terganggu akibat kerusakan yang terjadi pada jembatan ponton dan jetty (fasilitas sandaran kapal dan keluar masuk orang dari kapal ke pelabuhan).
Berdasarkan video beredar, dijelaskan kondisi penahan jetty 1 pada pelabuhan Nusa Penida, terlepas. Hal ini terjadi arus dan gelombang yang kuat.
Ada dua jetty, sayangnya hanya satu jetty yang kondisi layak sehingga dapat melayani kapal-kapal dari Sanur dan pelabuhan lainnya.
Baca Juga: Digelontor Rp6,6 M, Jembatan Gerak di Pelabuhan Nusa Penida Diganti
"Kondisi jetty 2, penahanan talinya sisi utara sudah terlepas, karena tidak kuat menahan arus (gelombang,red), situasi terkini jetty masih tertahan satu pier gate yang tersisa," ungkap suara dalam video.
Warga berharap kerusakan jembatan ponton dan jetty harus segera diperbaiki. Kondisi cuaca ekstrem di Bali beberapa waktu ini tak bisa dihindari. Gelombang besar, angin dan intensitas hujan lebat yang berlangsung setiap hari menjadi penyebab kerusakan sejumlah sarana prasarana pariwisata di Bali.
Sehingga pihak pengelola pelabuhan harusnya rutin melakukan perawatan atau maintenance setiap sarana prasarana di Pelabuhan Nusa Penida.
Pelabuhan yang berada di Banjar Nyuh Desa Ped Ini merupakan akses utama pariwisata Nusa Penida. Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Nusa Penida Ni
Luh Putu Eka Suyasmin, mengakui jetty pelabuhan Nusa Penida rusak dihantam ombak akibat cuaca ekstrem. Eka menjelaskan saat ini sedang dilakukan upaya perbaikan. Dia membeberkan kejadian diawali pada 27 Desember 2024. Saat itu cuaca ekstrem melanda Bali. Ditambah lagi kejadian itu kembali terjadi tanggal 3 Januari 2025.
Akhirnya lepas pegangan pada pier gate dan telah dilakukan pengikatan kembali namun cuaca sangat ekstrim dan terlepas lagi.
"Kejadiannya juga sangat cepat. Akhirnya jebol dan lepas pada jalan dermaga betonnya itu.
Untuk pengamanan sementara ya tidak ada alternatif lain karena beberapa kali kita ikat juga lepas," jelasnya.
Dia mengatakan, jetty yang rusak atau bermasalah yakni jetty 1, sedangkan jetty 2 masih bisa dimanfaatkan dan melayani kapal.
"Kejadian ini sudah kami lapor ke pimpinan sejak awal terjadi kerusakan jetty. Kami mohon anggaran untuk perbaikan dan semoga di atensi," katanya.
Sejauh ini menurut dia, tak ada korban. Karena pihaknya menjalankan safety, keamanan dan mengutamakan keselamatan penumpang.
Di samping itu, warga soroti ter'kait UPP Nusa Penida yang harus selalu perawatan sarana prasarana pelabuhan. KUPP Nusa Penida, Ni Luh Putu Eka Suyasmin mengklaim, selalu menjaga dan merawat jetty pelabuhan namun terkendala cuaca dan membutuhkan anggaran yang cukup besar.
"Bukan kami tidak maintenance tapi biayanya tinggi juga, arusnya kencang. Kemarin kami lakukan perbaikan tidak maksimal juga. Kita kalah dengan cuaca ekstrem. Selalu kami lakukan maintenance tapi kembali ke faktor alam yang arusnya kencang banget," jelasnya.
Untuk itu, tahun ini UPP Nuspen mengusulkan anggaran untuk sejumlah perbaikan urgen di pelabuhan termasuk kerusakan jetty. Pihaknya mengusulkan Rp 700 juta untuk perbaikan pelabuhan.
"Tahun ini anggaran yang kami usulkan variatif tergantung kerusakan. Untuk jetty yang rusak ini, anggaran perbaikan estimasi diatas Rp 700 juta," katanya. [*]
Editor : Hari Puspita