Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nunung Jual Rumah & Mobil: Komedian Ikonik Itu Ngekos di Petakan

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 27 Februari 2025 | 21:35 WIB
BERUPAYA BANGKIT - Komedian Nunung seusai ditangkap polisi dalam kasus narkoba.
BERUPAYA BANGKIT - Komedian Nunung seusai ditangkap polisi dalam kasus narkoba.

RADAR BALI - Siapa yang tidak mengenal Nunung, komedian perempuan ikonik Indonesia?

Mantan personel grup lawak Srimulat ini telah menghibur masyarakat tanah air selama bertahun-tahun.

Karier Nunung sebagai komedian bermula dari Srimulat, grup lawak asal Solo yang didirikan oleh seniman Teguh.

Meski berawal dari profesi pedagang batik, nama Nunung mulai dikenal sebagai pelawak berbakat.

Setelah Srimulat vakum, Nunung terus berkarya di dunia hiburan. Ia tampil bersama mantan personel Srimulat lainnya.

Ia bahkan membintangi sinetron Si Doel Anak Sekolahan, bersama Rano Karno, Benyamin Sueb, dan mendiang Basuki.

Nunung juga tampil di film Rumput Tetangga (2019) dan sejumlah acara televisi populer seperti Opera van Java, Pesbukers, Ini Talkshow, dan Canda Empire.l

Namun, kabar memilukan datang dari perempuan dengan nama asli Tri Retno Prayudati tersebut.

Perempuan yang telah menikah empat kali tersebut terpaksa mengambil keputusan berat dengan menjual hampir seluruh aset yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun berkarier di dunia hiburan.

Nunung kini sedang berjuang melawan kanker payudara. Untuk perobatannya, dia terpaksa menjual rumah, mobil, dua rumah kos-kosan, dan tanah hasil jerih payahnya.

Kini dia memilih tinggal di kos-kosan di daerah Pancoran, Jakarta Selatan, dengan biaya sewa Rp 3,2 juta per bulan.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat dan biaya pengobatan penyakit yang dideritanya memaksa Nunung untuk menjual aset-asetnya.

"Karena kebutuhan semakin banyak, saya berobat terus, saya berobat nggak boleh putus," kata Nunung di siniar The Irish Show.

"Kan saya ada beberapa penyakit, berobat mahal banget, butuh obat, butuh hidup buat keluarga juga," ungkap Nunung.

Nunung juga mengakui kasus narkoba yang menimpanya pada 2019 membuat dia harus menjalani rehabilitasi di RS Ketergantungan Obat Cibubur selama sembilan bulan.

Nunung dan suaminya digerebek polisi di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kasus itu, Nunung dan suaminya divonis 1,5 tahun namun diganti dengan rehabilitasi di RSKO.  

Begitu selesai rehab, pandemi Covid-19 membuat kariernya semakin meredup.

Ditambah lagi dia harus menjalani perobatan sejumlah penyakitnya, mulai kanker payudara dan asam lambung.

Dia juga harus rutin berobat ke psikiater untuk memulihkan kondisi kejiwaannya yang sempat mengalami depresi. 

Nunung yang merupakan tulang punggung keluarga terpaksa harus pulang-pergi Solo-Jakarta untuk berobat dan bekerja.  

Nunung mengakui satu-satunya aset yang tersisa adalah rumah keluarganya di Solo, Jawa Tengah.

Rumah dan aset-aset lainnya yang berada di Jakarta dan Solo telah dijual.

"Semua aset saya jual, yang di Solo juga dijual semua, yang banyak sebenarnya di Solo semua," kata Nunung dengan nada sedih.

Keputusan besar ini diambil Nunung atas kesepakatan dengan suaminya, Iyan Sambiran.

Mantan manajer Nunung yang dia nikahi sejak 2012 tersebut selalu setia mendampingi Nunung.

"Aku bilang, Ya udah kita ngekos, kalau kita ngontrak, nanti kita pasti beli perabotan lagi, repot lagi pindah-pindahannya," jelas Nunung.

Nunung dan suaminya telah menjalani kehidupan di kos-kosan selama 7 bulan terakhir.

Ia mengaku harus beradaptasi dengan kehidupan barunya setelah meninggalkan rumah mewah dan pindah ke kamar petak yang tidak seluas rumahnya dulu.

"Suasana kos emang nggak bagus kalau untuk tinggal bertahun-tahun, boring ya karena cuma ke kamar mandi dan tempat tidur saja. Kadang sedih, tapi mau gimana lagi, keadaan," ungkap Nunung.

Perubahan gaya hidup ini juga dirasakan oleh Iyan Sambiran.

"Ini sebenarnya sangat berat keputusan ini, saat kita ngekos berdua ada perubahan. Biasa keluarga ramai, ada cucu, kos berdua jadi kosong berdua aja di kamar," terangnya.

"Kalau kita berdua di kamar akhirnya saya cari cara enaknya ajak jalan-jalan keliling," kata Iyan.

Meskipun demikian, baik Nunung maupun Iyan mengaku kuat menjalani kehidupan di kos-kosan.

"Aku setiap ada cobaan, entah itu cobaan dari Allah, entah itu cobaan yang saya perbuat sendiri. Itu selalu ikhlas menerimanya," tuturnya.

"Ya udah, ikhlas aja, jalanin aja," pungkasnya.

Mereka menyadari bahwa hidup harus terus berjalan, apa pun keadaannya. ***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Nunung Srimulat #nunung #Nunung jual cumi balakutak #Nunung dan suami pakai narkoba #nunung depresi #nunung ovj