Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tragedi Pantai Mengening Badung, Empat Orang Hilang Terseret Ombak, Dua Jenazah Ditemukan di Pantai Nyanyi Tabanan

Andre Sulla • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 00:23 WIB
MENEPI: Penemuan jenazah korban terseret arus di pantai Mengening Mengwi yang ditemukan di pantai Nyanyi Tabanan
MENEPI: Penemuan jenazah korban terseret arus di pantai Mengening Mengwi yang ditemukan di pantai Nyanyi Tabanan

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Insiden tragis terjadi di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung. Empat orang terseret arus deras dan ombak pada Kamis, 28 Agustus 2025, sekitar pukul 14.00 WITA. Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Pada Jumat, 29 Agustus 2025, dua jenazah korban ditemukan terdampar di pesisir Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi penemuan ini.

"Update terbaru, dua jenazah telah ditemukan terdampar di Pantai Nyanyi," kata Sidakarya.

Salah satu jenazah berhasil diidentifikasi sebagai Mohannad Rohmat, 36 tahun, warga asal Desa Tegal Wangi, Kecamatan Umbul Sari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sementara itu, jenazah lainnya masih belum teridentifikasi.

Basarnas Denpasar menerima laporan kejadian pada pukul 15.40 WITA dari Sat Polair Polres Badung. Tim segera menuju lokasi, meskipun perjalanan terhambat oleh lalu lintas yang padat. Sesampainya di Pantai Mengening, tim menemukan sejumlah barang milik korban di tepi pantai, termasuk sandal, tiga ponsel, dua bungkus rokok, dua jaket atau sweater, dan dua botol minuman kosong.

Seorang saksi mata menuturkan bahwa awalnya ia melihat dua orang terseret arus, sementara satu orang lain berteriak minta tolong. Saksi sempat berusaha memberikan pertolongan dengan jerigen sebagai pelampung, namun ketiganya sudah terombang-ambing di tengah laut sebelum bantuan dapat diberikan.

Upaya pencarian yang dilakukan sejak Kamis malam tidak membuahkan hasil karena kondisi pantai yang penuh karang membuat tim sulit menurunkan perahu karet. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat dengan mengerahkan tim darat dan laut.

Hingga saat ini, identitas keempat korban masih belum sepenuhnya diketahui dan belum ada laporan dari pihak keluarga yang merasa kehilangan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat terus melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai. Untuk mempercepat pencarian, tim juga menggunakan perahu karet, jet ski, dan pemantauan dari udara. Operasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.***

Editor : M.Ridwan
#pantai mengening #pantai nyanyi #basarnas #korban terseret arus