Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terjang Ombak Besar, Nelayan Air Kuning Selamat Meski Perahunya Hancur Terempas ke Pantai Tembles

Muhammad Basir • Selasa, 20 Januari 2026 | 20:05 WIB
TEREMPAS BADAI : Perahu nelayan asal Desa Air Kuning, Jembrana, terbalik. (foto: Polsek Mendoyo,Jembrana)
TEREMPAS BADAI : Perahu nelayan asal Desa Air Kuning, Jembrana, terbalik. (foto: Polsek Mendoyo,Jembrana)

 

JEMBRANA, Radar Bali.id – Nasib malang sekaligus beruntung dialami Saifudin,54, seorang nelayan asal Desa Air Kuning.

Perahunya yang diberi nama "Rembulan" ditemukan terdampar dalam kondisi rusak di Pantai Banjar Anyar Tembles setelah sempat dinyatakan hilang di tengah laut, Selasa (20/1/2026) pagi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Selat Lombok, Nelayan Karangasem Gantung Jaring, Ikan Langka, Harga Melambung

Penemuan ini bermula dari laporan seorang warga, Kadek Suardika, yang mengira ada batang kayu besar yang hanyut terbawa arus. Namun, penglihatan Suardika salah; benda tersebut adalah perahu yang sudah terbalik.

Baca Juga: Jukung Rusak, Tiga Nelayan Buleleng Terombang-ambing Semalaman di Laut, Bisa Selamat Gegara Merapat ke Rumpon

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika menceritakan kronologi kejadian berdasarkan pengakuan korban. "Sekitar pukul 04.00 Wita, perahu korban dihantam ombak besar hingga terbalik. Korban berhasil menyelamatkan diri ke pantai, namun perahunya hanyut ditinggalkan," jelas Kapolsek.

Meski kondisi fisik perahu mengalami kerusakan, beruntung mesin perahu masih bisa diselamatkan oleh warga sebelum air laut menyeretnya kembali. Melalui koordinasi cepat antara Bhabinkamtibmas Desa Air Kuning dan warga setempat, pemilik perahu akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat di rumahnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#Mendoyo #jembrana #perahu nelayan #perahu rusak