SINGARAJA, RadarBali.id – Warga Banjar Dinas Banjar Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan dalam kondisi mengenaskan di sebuah tanah lapang, Sabtu (9/5/2026) sore.
Mirisnya, hasil penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa orang tua dari bayi malang tersebut adalah sepasang kekasih yang masih berstatus pelajar SMA.
Baca Juga: CCTV Kurang Lengkap, 14 Hari Penelusuran Pelaku Pembuangan Bayi di Tabanan Belum Terungkap
Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itu, seorang bocah sekolah dasar bernama Putu Mahendra Putra sedang asyik bermain layang-layang di sebelah selatan Pura Sura Lepang. Perhatiannya teralihkan ketika melihat seekor anjing tengah mengendus sesuatu di permukaan tanah.
Baca Juga: Usai Heboh Kasus Temuan Bayi, Polisi Buru Pelaku Sekitar Lokasi Pembuangan
"Setelah didekati dan diperiksa, ternyata ditemukan jenazah bayi berjenis kelamin perempuan," ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, Minggu (10/5).
Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jasad bayi ditemukan sudah tidak utuh. Kaki bagian kiri hilang dan terdapat luka pada bagian leher yang diduga akibat gigitan anjing. Posisi jasad juga telah bergeser sekitar enam meter dari lokasi penguburan awal.
Terungkap Lewat Penyelidikan Cepat
Tak butuh waktu lama bagi Tim Sat Reskrim Polres Buleleng untuk mengungkap pelaku di balik kejadian ini. Polisi mengamankan sepasang kekasih berinisial LPMPU dan KAP yang bersekolah di SMA yang sama di Kecamatan Sawan.
Dari keterangan yang dihimpun, bayi tersebut dilahirkan oleh LPMPU di sebuah kamar mandi pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Sang pacar, KAP, yang merasa curiga karena LPMPU terlalu lama di kamar mandi, akhirnya mendapati bayi tersebut sudah berada di lantai dalam kondisi tidak bergerak dan tidak menangis.
Lantaran panik, KAP kemudian membawa bayi tersebut ke tanah lapang. Setelah membantu pacarnya membersihkan bekas persalinan, sekitar pukul 21.00 Wita, KAP kembali ke lokasi untuk mengubur bayi malang itu secara darurat menggunakan tangan, lalu menutupinya dengan batako dan ranting pohon.
"Pelaku sudah diamankan. Saat ini penanganan kasus dilanjutkan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng. Mengingat para pelaku masih di bawah umur, prosesnya tetap dalam pengawasan orang tua," pungkas Iptu Yohana.[*]
Editor : Hari Puspita