Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Siap Tidak Tantrum Jika Dikritik, Kak Onyot Sambangi Koster dan De Gadjah, Teken Surat Komitmen Bertepatan Hari Demokrasi Internasional

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 18 September 2024 | 14:00 WIB

 

 

SARAPAN BARENG: Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster (kiri) dan Ketua DPD Partai Gerindra Bali sarapan bareng sbelelum masing-masing mendeklarasikan bertarung di Pilkada Bali 2024.
SARAPAN BARENG: Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster (kiri) dan Ketua DPD Partai Gerindra Bali sarapan bareng sbelelum masing-masing mendeklarasikan bertarung di Pilkada Bali 2024.

DENPASAR, radarbali.id  Konten creator Kak Onyot  yang kerap menghibur lewat video lucu yang di sosial media kerap mengangkat kondisi sosial dan politik dijadikan konten.  Kini, ia mengajak calon gubernur untuk berkomitmen siap dikritik.

Dihubungi Jawa Pos Radar Bali, (17/9/2024), Kak onyot begitu nama panggungnya, sudah bertemu dengan Wayan koster dan Made Muliawan Arya untuk memberikan pernyataan komitmen ditanda tangani oleh kedua calon tersebut bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional 15 September lalu.

Katanya,  punya cara unik dalam menentukan pemimpin sebuah gebrakan dilakukan. Konten kreator yang dikenal dengan komedi kritisnya ini ramai di media sosial setelah videonya viral.

Dalam video tersebut Kak Onyot berani menantang seluruh calon kepala daerah di Bali dari partai apapun untuk menandatangani pernyataan komitmen yang isinya saat menjabat nanti siap di kritik oleh Kak Onyot atau masyarakat.

”Jika Kak onyot mengkritik kebijakan pejabat daerah tidak akan di intimidasi oleh pejabat bersangkutan, Yang membuat menarik kak onyot mengemas tantangan ini dalam bentuk sindiran yang dikaitkan dengan kasus Landak,video yang di posting dalam akun media sosial kak onyot bahkan sudah ditonton lebih dari 8.1 juta orang," ungkapnya. 

Alasan Kak Onyot melakukan gerakan ini karena belajar dari pengalaman terdahulu bahwa dia pernah dilaporkan oleh salah satu kepala daerah akibat konten yang dianggap menyinggung kepala daerah tersebut. 

VIRAL: De Gadjah dan Kak Onyot
VIRAL: De Gadjah dan Kak Onyot

Adapun isi dari surat pernyataan komitmen tersebut adalah siapapun kepala daerah yang sudah menandatangani pernyataan komitmen ini siap menerima berbagai keluhan masyarakat melalui kak onyot dan siap di kritik selama menjabat lima  tahun ke depan serta memastikan saat di kritik tidak akan ada intimidasi kepada kak onyot baik melalui pejabat bersangkutan maupun pendukungnya.

"Banyak masyarakat yang mendukung tindakan yang dilakukan  berikut berbagai tanggapan warganet terkait postingan tersebut,” ucapnya.

Dalam videonya Kak Onyot menyatakan penandatanganan ini di mulai tanggal 15 september bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional. Selain itu kak onyot sempat memposting antusias  kaum muda terkait penandatanganan komitmen ini.

KOMITMEN: Wayan Koster dan Kak Onyot
KOMITMEN: Wayan Koster dan Kak Onyot

Lebih lanjut dikatakan, kaum muda menyatakan penandatanganan ini akan menjadi pedoman mereka dalam memilih di pilkada nanti. Baginya, calon pemimpin saat ini merupakan putra terbaik Bali, dengan cara ini, ia hanya ingin memberikan sudut pandang berbeda kepada masyarakat dalam menentukan calon pemimpin Bali.

Tidak hanya dilihat dari sudut siapa yang lebih banyak memberi bantuan atau siapa yang didukung oleh kekuasaan, tetapi masyarakat harus menilai dari personal,keberanian dan mental masing masing calon pemimpin, di mana karakter dari pemimpin inilah yang akan menentukan arah kebijakan pemerintah di Bali selama lima tahun ke depan.

Pria yang telah menjadi konten creator sejak lima tahun lalu ini, harapannya semoga penandatanganan ini merupakan wujud nyata kembalinya kedaulatan demokrasi di tangan rakyat.

”Karena seorang rakyat seperti Kak Onyot diberikan hak untuk mengkritik pejabat yang terpilih nanti selama 5 tahun ke depan,” ungkapnya. Rencananya semua calon didatangi, tidak hanya cagub tapi juga calon bupati dan wakil bupati.  

Diwawancarai kemarin terkait penandatangan komitmen dengan Kak Onyot,  De Gadjah mengungkapkan keterbukaannya kepada Kak Onyot akan siap dikritik siapa pun asal membangun untuk kepentingan dan Masyarakat Bali.

“Jauh sebelum saya menjadi calon Gubernur Bali, saya memang sudah terbuka untuk dikritik oleh siapapun selagi kritik yang dilontarkan adalah kritik yang membangun,” ungkap Ketua Gerindra Bali tersebut.

 Baca Juga: Rumah Hantu Ikut Ramaikan Graha Yowana Suci Denpasar, Siap Tarik Pengunjung Mulai September 2024

De Gadjah juga mengatakan bahwa jika dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali, nantinya Kak Onyot akan diangkat menjadi duta kritik dan simbol kebebasan demokrasi di Bali.

“Kalau saya jadi Gubernur, Kak Onyot ini harus menjadi duta kritik Bali sebagai jaminan kebebasan bersuara dan berdemokrasi,” tambah De Gadjah.

Sementara itu, Wayan Koster juga menandatangani pernyataan tersebut. Koster mengatakan, di video yang beredar dia siap dikritik. Kalau tidak siap berarti konslet.”Benar. kalau tidak boleh, konslet,” ucapnya menyahut pertanyaan Kak Onyot di video tersebut.*** 

Editor : M.Ridwan
#pilkada #kak onyot #tantrum #hari demokrasi internasional #komitmen #bali