“Stand Up Paddle di Bali sudah makin dikenal dan diminati oleh masyarakat pulau Bali, mengingat olah raga ini bisa dilakukan di hampir seluruh perairan yang ada di pulau Bali baik berombak maupun tidak berombak seperti di laut, sungai, danau, mangrove, hingga bendungan,” ujarnya.
Stand up paddle sendiri, lanjut Arie, termasuk olahraga wisata atau sport tourism dan Bali sendiri memilki potensi yang sangat luar biasa baik sumber daya alam yang indah maupun sumber daya manusia handal. Stand up juga akan dipertandingkan pada Pra - PON Jimbaran Bali pada Agustus 2023 dan PON XXI Aceh dan SUMUT 2024 dibawah induk organisasi PB PODSI.
Apa yang membuat ketertarikan itu kian meningkat? “Pandemi covid telah menyadarkan kita akan pentingnya selalu menjaga kesehatan tubuh maupun pikiran dan itu bisa di dapat pada olahraga stand up paddle, karena olahraga ini menggabungkan kebugaran tubuh dan ketenangan pikiran di atas air pada saat menjelajah ataupun bermain stand up paddle,” jawabnya.
Selain ketertarikan dari sisi kesehatan dan kebugaran tubuh dan pikiran, dikatakan pria yang juga menjadi Ketua Pengurus Provinsi Bali Stand Up Indonesia (@sup_id) ini juga mengatakan ada peran pemerintah, industry dan komunitas yang selalu mendukung dan mensupport segala kegiatan dan even-even stand up paddle yang diadakan dengan mempromosikan dan memposting seluruh kegiatan melalui sosial media. Editor : Donny Tabelak