Dalam mempersiapkan hal ini, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, serta tiga lapangan pendukung pun dipantau penyelenggara. Dalam hal ini Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA dan juga PSSI.
Salah satu lapangan pendukung yang dipantau adalah Lapangan Gelora Trisakti, Legian. Perwakilan FIFA dan PSSI melihat fisik lapangan pada Selasa (10/1/2023) sore.
Rombongan kemudian meninjau lapangan didampingin oleh pengelola Lapangan hingga petugas di Desa Legian hingga Lurah Legian.
Sekitar 15 menit berkeliling, pihak FIFA dan PSSI mengeluhkan soal akses jalan masuk. Di mana kabel yang sembraut dan terlalu ke bawah hingga trotoar yang dianggap terlalu tinggi di pintu masuk parkir.
“Tadi ada beberapa catatan mereka, seperti akses masuk karena ada kabel yang melintang sama agak natap (mobil), di pintu masuk. Jadi itu akan segera kami perbaiki,” ujar Anak Agung Putu Oka Wirawan selaku Ketua Berlian FC, tuan rumah lapangan Trisakti.
Oka Wirawan juga mengatakan ini merupakan kali kedua kunjungan dari pihak FIFA ke Lapangan Trisakti. Mereka hadir untuk menyesuaikan laporan yang sebelumnya dikirim melalui email.
Terkait keluhan dari pihak FIFA, Ketua LPM Legian, Puspa Negara kemudian langsung berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk merapikan kabelnya. “Langsung hari ini kami minta eksekusi,” kata Puspa Negara usai kunjungan tersebut.
Lapangan Trisakti yang diresmikan pada 21 Juni 1998 oleh Bupati Kepala Daerah TK II Badung, I.G.B Alit Putra ini merupakan salah satu tempat yang akan dijadikan tempat latihan oleh para pemain tim di Piala Dunia U-20. Selain lapangan Trisakti, juga ada Lapangan Banteng dan Lapangan Samudra, Kuta sebagai lapangan pendukung. [wayan widyantara/radar bali]
Editor : Hari Puspita