DENPASAR, radarbali.id – Tahta Kabupaten Badung untuk menjadi raja sementara di Porjar Bali tahun 2024 tampaknya rontok oleh Kota Denpasar. Klasemen sementara hingga pukul 18.00 Rabu (5/6/2024) mencatat, gumi keris harus rela berada di nomo urut dua sementara setelah Denpasar berhasil meraih 61 emas, 56 perak dan 43 perunggu dan total sudah mengumpulkan 160 medali.
Sedangkan Badung sendiri tampaknya gagal melejit setelah mandeg di 48 emas, 34 perak dan 70 perunggu dengan total 152 medali yang dikumpulkannya.
Dari 152 medali itu, 7 emas, 4 perak dan 7 perunggu disumbangkan oleh cabor Kabaddi Badung dan sukses menjadi juara umum dalam cabor tersebut.
“Bangga atas capaian tim Porjar Badung. Sebuah capaian yang keren berkat semangat atlet, kerja keras pelatih dan offisial serta dukungan orang tua dan dukungan Disdikpora dan KONI Badung sehingga bisa pertahankan juara umum di cabor Kabaddi,” ujar I Kadek Sudharma Hariawan, Ketua Umum Kabaddi Badung kemarin.
Baginya, prestasi tersebut dapat menjadi modal penting untuk meraih prestasi yang lebih tinggi ke depannya.
“Ini menjadi tolok ukur pembinaan usia dini yang sudah berjalan dengan baik karena displin dan kekompakan. Ke depan atlet ini akan diproyeksikan menjadi tulang punggung kabaddi Badung diberbagai jenjang kejuaraan,” harapnya.
Namun secara umum, Badung tentu kini harus mampu mengejar medali yang sudah dikumpulkan Denpasar. Sedangkan, Kabupaten Buleleng yang berada dii tiga klasemen sementara sendiri pun tampaknya harus juga berusaha keras untuk tidak disalip oleh Gianyar yang berada di posisi empat.
Buleleng hingga kemarin masih mengoleksi 26 mas, 21 perak dan 29 perunggu. Sedangkan Gianyar mencatatkan 15 emas, 22 perak dan 39 perunggu.
Di sisi lain, Karangasem masih belum bisa menyalip Jembrana di klasemen sementara paling buncit. Karangsem mengumpulkan 16 medali terdiri dari 3 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu. Beda tipis dengan Jembrana yang mengumpulkan total 22 medali dengan rincian 3 emas, 6 perak dan 13 perunggu.***
Editor : M.Ridwan